Pencegahan dan Penanggulangan Kecacingan Melalui Kolaborasi Lintas Sektor di Sekolah Dasar

Worm Prevention and Control Through Cross-Sector Collaboration in Elementary Schools

https://doi.org/10.56303/jppmi.v5i1.1346

Authors

  • Demsa Simbolon Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia
  • Yenni Okfrianti Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia
  • Deri Kermelita Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia
  • Darwis Darwis Jurusan Promosi Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia
  • Leli Mulyati Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia
  • Rustam Aji Rochmat Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia
  • Nur Elly Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia
  • Sahidan Sahidan Jurusan Tehnik Laboratorium Medik, Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia

Keywords:

Worms, elementary school children, Cross-Sector Collaboration, Sanitation, PHBS

Abstract

Infeksi kecacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada anak usia sekolah, terutama di wilayah dengan sanitasi yang belum memadai. Meskipun program pemberian obat pencegahan massal (POPM) telah dilaksanakan dengan cakupan tinggi, kasus kecacingan masih ditemukan, menunjukkan adanya kesenjangan pada aspek perilaku dan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini, pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan kecacingan di SD 86 Tanjung Beringin, Kabupaten Rejang Lebong. Metode yang digunakan adalah intervensi terintegrasi berbasis sekolah dengan melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, pemerintah daerah, dan institusi akademik. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 dan meliputi koordinasi dan advokasi lintas sektor, skrining kecacingan melalui pemeriksaan feses, pemeriksaan kadar hemoglobin, pengukuran status gizi (antropometri dan LILA), pemberian obat cacing, edukasi PHBS, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan prevalensi kecacingan sebesar 36,6% pada siswa, disertai masalah gizi berupa gizi kurang (26,4%), stunting (19,1%), dan anemia (6,4%). Skrining berhasil mengidentifikasi siswa berisiko yang memerlukan tindak lanjut. Selain itu, terjadi penguatan kapasitas guru dan UKS dalam edukasi kesehatan serta peningkatan komitmen lintas sektor dalam mendukung perbaikan sanitasi dan keberlanjutan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan terpadu berbasis sekolah yang mengombinasikan deteksi dini, edukasi, dan advokasi lintas sektor berpotensi meningkatkan efektivitas pencegahan kecacingan dalam mendukung pencapaian target Kabupaten Rejang Lebong Zero Kecacingan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asdjornsdottir, Kristjana H Means, A. R., Werkman, M., & Walson, J. L. (2017). Prospects for elimination of soil-transmitted helminths. Wolters Kluwer Health, 30(5), 482–488. https://doi.org/10.1097/QCO.0000000000000395

Astuti, E. P., Hendri, J., Yuliasih, Y., Sulaeman, R. P., Isnani, T., & Saputra, S. (2024). Prevalence and risk factors of soil transmitted helminth infections among school-aged children in Garut , Indonesia : Insights from a six-year deworming intervention. Asian Pacific Journal of Tropical Medicine, 17(April), 527–535. https://doi.org/10.4103/apjtm.apjtm

Aulia, A. H., & Suwanto, Y. A. (2024). Prevalensi Infeksi Kecacingan dan Stunting pada Balita di Kelurahan Sukorejo Gunungpati. BIOKATALIS: Jurnal Ilmu Biologi Dan Pendidikan Biologi, 1(2), 70–75. https://jurnal.unusultra.ac.id/index.php/biokatalis/index

Butar-butar, K., Julianto, E., Pinta, P., & Sinurat, O. (2021). Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helminths ( STH ) dengan Status Gizi dan Anemia. Jurnal Kedokteran Methodist, 14(2), 60–68. https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/jkm/article/view/1344

Coffeng, L. E., Vaz Nery, S., Gray, D. J., Bakker, R., de Vlas, S. J., & Clements, A. C. A. (2018). Predicted short and long-term impact of deworming and water, hygiene, and sanitation on transmission of soil-transmitted helminths. PLoS Neglected Tropical Diseases, 12(12), 1–17. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0006758

Damayanti, P. (2025). Hubungan Infeksi Cacing Soil-Transmitted Helminths Dengan Status Gizi dan Anemia pada Anak Sekolah Dasar Correlation Between Soil-Transmitted Helminth Infections with Nutritional Status and Anemia in Elementary School. JK Unila, 9(1), 38–43.

Fajriansyah, A. (2025, September 17). Dua Balita Cacingan Parah di Bengkulu, Lebih dari Sekadar Masalah Kemiskinan. Kompas.Com. https://www.kompas.id/artikel/dua-balita-cacingan-parah-di-bengkulu-bukti-kurangnya-perhatian-pemerintah

Freeman, M. C., Akogun, O., Belizario, V., Brooker, S. J., Gyorkos, T. W., Imtiaz, R., Krolewiecki, A., Lee, S., Matendechero, S. H., Pullan, R. L., & Utzinger, J. (2019). Challenges and opportunities for control and elimination of soil-transmitted helminth infection beyond 2020. PLoS Neglected Tropical Diseases, 13(4), 1–10. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0007201

Halimatussa’diah, & Ervan. (2022). Kecacingan dan Pengetahuan Orang Tua sebagai Faktor Kejadian Anemia Defisiensi Bessi pada Anak-anak Sekolah Dasar Kota Bengkulu. Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science, 1(1), 22–30.

Hidana, R., Nababan, D. L. L. P., Ridwan, M. R., Fajar, A., Pertiwi, I. P., M, N. K. Y., Subkhi, M. U., & Marcellino, M. (2025). Peran Status Zat Besi Dan Gizi Makro-Mikro Sebagai Determinan Risiko Infeksi Cacing Usus ( STH ) Pada Anak Di Daerah Endemis. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(3), 946–957.

Ismawari, I., Fauziah, S. N., Rifatul, M., Lufar, N., Alhuda, N., & Papilaya, M. (2025). Stunting (A. G. Baeda (ed.)). Perkumpulan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Progres Ilmiah Kesehatan.

Kemenkes RI. (2025). Survei Status Gizi Indonesia 2024 dalam Angka.Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Lailatusyifa, N., Ayu, R., Sartika, D., & Nuryati, T. (2022). Determinan Kejadian Kecacingan pada Siswa SD. K / Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(1), 57–67. https://doi.org/10.33221/jikm.v11i01.1007

Lestari, D. L. (2022). Infeksi Soil Transmitted Helminths pada Anak. Scientific Journal, 1(6), 426–436. http://journal.scientic.id/index.php/sciena/issue/view/6

Luh, N., Indraswari, A., & Tiku, M. (2024). Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) Dalam Pencegahan Kecacingan Pada Siswa SD Negeri Pampang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 24(1), 157–162.

Magfirah, I., Hadi, S., Dwiyanto, A., & Samosir, P. (2025). Hubungan penyakit kecacingan dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(6), 1404–1410. https://doi.org/10.33024/hjk.v19i6.746

Maliga, I., & Hamid, A. (2019). Analisis Permasalahan Saitasi pada Desa kukin Kecamatan Moyo Utara. Media Ilmiah Teknik Lingkungan, 4(2), 51–57.

Nurzanah, T. N., Wispriyono, B., & Athena. (2020). Sanitation and Drinking Water in Urban and Rural Areas in Bengkulu Province (Analysis of Village Potential Data 2018). Jurnal Ekologi Kesehatan, 18(3), 159–170.

Owa, K., Tokan, P. K., & Bedho, M. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak prasekolah di Kabupaten Ende. Holistik Jurnal Kesehatan, 17(9), 859–869. https://doi.org/10.33024/hjk.v17i9.12810

Pratiwi, E. E., & Sofiana, L. (2019). Kecacingan sebagai Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(2), 4–9. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jkmi, jkmi@unimus.ac.id

Pullan, R. L., Halliday, K. E., Oswald, W. E., Mcharo, C., Beaumont, E., Kepha, S., Witek-McManus, S., Gichuki, P. M., Allen, E., Drake, T., Pitt, C., Matendechero, S. H., Gwayi-Chore, M. C., Anderson, R. M., Njenga, S. M., Brooker, S. J., & Mwandawiro, C. S. (2019). Effects, equity, and cost of school-based and community-wide treatment strategies for soil-transmitted helminths in Kenya: a cluster-randomised controlled trial. The Lancet, 393(10185), 2039–2050. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(18)32591-1

Rifai, Y., & Fahmi, N. (2020). Prevalensi Infeksi Kecacingan Soil Transmitted Helminths ( STH ). Proceeding 1 St SETIABUDI – CIHAMS.

Rismayani, B., Akbar, H., Kaseger, H., Astuti, W., Kuna, R., Mokoagow, A., Mokodongan, M., Kesehatan, I., & Medika, G. (2025). Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun ( CTPS ) sebagai Upaya Preventif terhadap Penyakit Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar SDN 10 Bintauna. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(2), 1829–1835. https://bhinnekapublishing.com/ojsbp/index.php/Jpmb

Silva, N. R. De, Brooker, S., Hotez, P. J., Montresor, A., Engels, D., & Savioli, L. (2003). Soil-transmitted helminth infections : updating the global picture. TRENDS in Parasitology, 19(12), 547–551.

Supandi, H. (2025, October 9). Bocah 6 Tahun di Rejang Lebong Positif Alami Cacingan, Korban Sudah Membaik Baca artikel detiksumbagsel, “Bocah 6 Tahun di Rejang Lebong Positif Alami Cacingan, Korban Sudah Membaik” selengkapnya https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8150874/bocah-6-ta. Detiksumbagsel.

Triani, E., Susana, Y., Bedah, S., Djati, A., Wardiyah, H., Triana, R., Sanggul, A., Ronny, Asni, E., Rusjdi, S., & Annida. (2025). Epidemiologi penyakit tropis terabaikan. PT MAFY MEDIA LITERASI INDONESIA.

Wahdini, S., Bellarosa, D., & Sungkar, S. (2022). Prevalence of Intestinal Helminth Infection among Rural and Urban : School-based Study. EJKI, 9(3), 187–191. https://doi.org/10.23886/ejki.9.59.187

Wei, D., Brigell, R., Khadka, A., Perales, N., & Fink, G. (2019). Comprehensive school-based health programs to improve child and adolescent health : Evidence from Zambia. PLoS ONE, 14(5), 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.1371/journal. pone.0217893

Werkman, M., Wright, J. E., Truscott, J. E., Oswald, W. E., Halliday, K. E., Papaiakovou, M., Farrell, S. H., Pullan, R. L., & Anderson, R. M. (2020). The impact of community-wide, mass drug administration on aggregation of soil-transmitted helminth infection in human host populations. Parasites and Vectors, 13(1), 1–12. https://doi.org/10.1186/s13071-020-04149-4

WHO, UNICEF, U. (2021). Making every school a health- promoting school: implementation guidance. World Health Organization.

WHO. (2020). Soil Transmitted Helminth Infections. https://www.who.int/news-room/fact- sheets/detail/soil-transmitted-%0Ahelminth- infections. 2020.

WHO. (2023). Soil-transmitted helminth infections: Key facts. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2021). Making every school a health-promoting school. Geneva: World Health Organization.

jppmi

Published

2026-05-01

How to Cite

Simbolon, D., Okfrianti, Y. ., Kermelita, D. ., Darwis, D., Mulyati, L. ., Rochmat, R. A. ., Elly, N. ., & Sahidan, S. (2026). Pencegahan dan Penanggulangan Kecacingan Melalui Kolaborasi Lintas Sektor di Sekolah Dasar: Worm Prevention and Control Through Cross-Sector Collaboration in Elementary Schools . Jurnal Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 5(1), 467–481. https://doi.org/10.56303/jppmi.v5i1.1346

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)