https://journalmpci.com/index.php/jppmi/issue/feed Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia 2026-05-01T01:21:56+00:00 Dr. Muhammad Darma Halwi, SE, MM jurnalmpci@gmail.com Open Journal Systems <p><a href="#"><strong>Journal Information</strong></a></p> <div id="nav-tabContent" class="tab-content"> <div id="nav-home" class="tab-pane fade show active" role="tabpanel" aria-labelledby="nav-home-tab"> <div class="row"> <div class="aimcolumn aimright"> <ul> <li>Journal Title in ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220607562185429" target="_blank" rel="noopener"><strong>Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia</strong></a></li> <li>DOI:<strong> prefix <a href="https://search.crossref.org/?q=2830-2567&amp;from_ui=yes">10.5630</a></strong></li> <li>e-ISSN:<strong> 2830-2567 (<a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220607562185429" target="_blank" rel="noopener">Online</a>)</strong></li> <li>Editor-in-chief: <strong><a href="https://www.journalmpci.com/index.php/jppmi/about/editorialTeam">Dr. Muhammad Darma Halwi, SE., MM</a></strong></li> <li>Language: <strong>Indonesia</strong></li> <li>Frequency: <strong>Two issues per year | May, and November</strong>| <strong><a href="https://www.journalmpci.com/index.php/jppmi/pf">more info</a></strong></li> <li>Management Style: <strong><a href="https://www.journalmpci.com/index.php/jppmi/oas">Open Access</a></strong></li> <li>Focus and scope: <strong><a href="https://www.journalmpci.com/index.php/jppmi/aims">more info</a></strong></li> <li>Publisher: <strong><a href="https://www.blog.journalmpci.com/">Media Publikasi Cendekia Indonesia</a></strong></li> <li>Accreditation: <strong><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/13820" target="_blank" rel="noopener">SINTA 3</a></strong></li> <li>Indexing: <strong><a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;utm_source=ds-search-block&amp;or_facet_source_title=jour.1442528">Dimensions</a>, <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/27211" target="_blank" rel="noopener">GARUDA</a>, <a href="https://scholar.google.com/citations?user=Sh7vgesAAAAJ&amp;hl=id" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar </a>| <a href="https://www.journalmpci.com/index.php/jppmi/indexing">more info</a></strong></li> <li>Visitor Statistic: <strong><a href="https://statcounter.com/p12760686/summary/?account_id=7518789&amp;login_id=4&amp;code=cc7eec6319fe12130231d516f7bd5633&amp;guest_login=1">Unique Visits</a></strong></li> <li>Journal History: <strong><a href="https://www.journalmpci.com/index.php/jppmi/history">more info</a></strong></li> <li>Announcement: <strong>Call for paper</strong> <strong>| <a href="https://www.journalmpci.com/index.php/jppmi/announcement">more info</a></strong></li> <li>Citation Analysis: <strong><a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;utm_source=ds-search-block&amp;or_facet_source_title=jour.1442528">Dimensions</a></strong><strong> <a href="https://scholar.google.com/citations?hl=en&amp;authuser=4&amp;user=Sh7vgesAAAAJ">Google Scholar</a></strong></li> <li>Collaboration with: <strong><a href="https://drive.google.com/file/d/1iI8VZHdFRwrsJ8LIG7nLq5ELC5Yy-WjI/view?usp=share_link" target="_blank" rel="noopener">IKATAN SARJANA GIZI INDONESIA </a></strong></li> </ul> </div> </div> </div> </div> https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/880 Pemberdayaan Kelompok Tani 'Taju-Ternak' Melalui Diversifikasi Pakan Berbasis Azolla dan Teknologi Tepat Guna 2025-09-23T23:40:49+00:00 Alang Sunding Alang.sunding@gmail.com Fahruddin Wakano fahruddinwakano@polipangkep.ac.id Muhammad Ikhsan ikhsanmibr@gmail.com <p>Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan peternak itik melalui transfer teknologi budidaya Azolla sebagai pakan alternatif sumber protein lokal untuk mengurangi ketergantungan pada konsentrat komersial. Kegiatan dilaksanakan di Desa Takalar, Kabupaten Takalar, dengan mitra kelompok ternak “Taju-ternak” yang beranggotakan delapan peternak. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan dan kebutuhan peternak, sosialisasi dan penyuluhan mengenai potensi azolla, pelatihan budidaya azolla melalui demonstrasi kolam sederhana, serta aplikasi pemanfaatan azolla dalam ransum itik dengan proporsi 10–20%. Selain itu, diberikan bantuan mesin pengolah pakan (chopper, penepung, mixer, dan pelet) hasil produksi teaching factory Politeknik Bosowa untuk mendukung efisiensi pengolahan pakan. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak, dibuktikan dengan kenaikan nilai rerata dari 68,2 (pre-test) menjadi 88,9 (post-test). Peternak mampu membudidayakan azolla secara mandiri, memanfaatkan mesin pengolah pakan, serta mulai menambahkan azolla dalam ransum itik. Kegiatan ini juga menurunkan biaya pakan dan meningkatkan efisiensi waktu kerja peternak. Disarankan agar kelompok ternak terus mengembangkan budidaya azolla secara berkelanjutan dan memaksimalkan pemanfaatan mesin pakan untuk mendukung kemandirian serta keberlanjutan usaha peternakan itik rakyat.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Alang Sunding, Fahruddin Wakano, Muhammad Ikhsan https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1028 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Gizi, PHBS, dan Pemanfaatan Rempah Lokal di Desa Rantau Bujur 2025-11-01T06:30:05+00:00 Anggun Wulandari anggun.wulandari@ulm.ac.id Neka Erlyani n.erlyani@ulm.ac.id Rika Vira Zwagery zwagery@ulm.ac.id Fauzie Rahman fauzie21@ulm.ac.id Nur Laily nur.laily@ulm.ac.id Lia Anggraini liaanggraiinii@gmail.com Aura Salsabila Yunizar Putri 2210912120014@mhs.ulm.ac.id Muhammad Arifin 2210912210027@mhs.ulm.ac.id Yoga Putra Wibowo yogaptrw@gmail.com Ahmad Navijay 2210912210034@mhs.ulm.ac.id Lisa Salsa Billa 2210912120009@mhs.ulm.ac.id <p>Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan multi-intervensi, termasuk edukasi gizi, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita melalui edukasi gizi dan PHBS, demonstrasi memasak Soto Banjar berbasis rempah lokal, serta pembentukan Pokja sebagai upaya keberlanjutan program. Kegiatan melibatkan 32 ibu yang memiliki balita stunting dan berisiko stunting. Desain menggunakan one group pre-test and post-test dengan instrumen berisi 10 pertanyaan yang mencakup aspek stunting dan PHBS. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Spearman’s rho. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 93,8% menjadi 96,9% (p=0,002) dengan hubungan signifikan antara usia dan peningkatan pengetahuan (p=0,041), sedangkan pendidikan tidak berhubungan signifikan (p=0,311). Temuan kualitatif menunjukkan seluruh peserta aktif mengikuti demonstrasi masak dan mengalami peningkatan pemahaman mengenai manfaat gizi rempah lokal dan praktik PHBS seperti cuci tangan dan sanitasi. Pembentukan Pokja Kampung Rempah Bebas Stunting memperkuat keberlanjutan program melalui pendampingan kader dan pemantauan praktik keluarga. Intervensi ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman gizi dan PHBS serta mengoptimalkan pemanfaatan rempah lokal sebagai menu bergizi, meskipun peningkatan pengetahuan kuantitatif dipengaruhi oleh <em>ceiling effect</em>. Dukungan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan perubahan perilaku berjalan konsisten.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Anggun Wulandari, Neka Erlyani, Rika Vira Zwagery, Fauzie Rahman, Nur Laily, Lia Anggraini, Aura Salsabila Yunizar Putri, Muhammad Arifin, Yoga Putra Wibowo, Ahmad Navijay, Lisa Salsa Billa https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/989 Pengelolaan Sampah, Reduksi Karbon, dan Mitigasi Pencemaran Lingkungan di Kabupaten Kendal: Sebuah Upaya Pemberdayaan Masyarakat 2025-10-25T06:25:38+00:00 Luluk Muhimatul Ifada luluk.ifada@unissula.ac.id Maya Indriastuti maya@unissula.ac.id Mutoharoh Mutoharoh mutoharoh@unissula.ac.id <p>Alun Kaliwungu, Kabupaten Kendal, dengan tujuan meningkatkan literasi, sikap, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sekaligus mendukung upaya reduksi karbon dan mitigasi pencemaran lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya kesadaran terhadap pengelolaan sampah rumah tangga, keterbatasan fasilitas pengelolaan, serta masih maraknya praktik pembakaran terbuka. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas melalui tiga tahapan, yaitu edukasi, aksi, dan evaluasi. Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari warga, perangkat desa, dan komunitas peduli lingkungan MAPELA Kaliwungu terlibat secara aktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 62% menjadi 84% dan peningkatan sikap positif sebesar 31%, yang menunjukkan efektivitas tinggi. Selain itu, 20 rumah tangga mulai menerapkan pemilahan sampah mandiri dan 100 pohon ditanam dengan estimasi penyerapan karbon sebesar ±2,3 ton CO₂ per tahun. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat peran masyarakat menuju pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan dapat dijadikan model replikasi di wilayah lain untuk mendukung pencapaian SDGs 11 dan 13.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Luluk Muhimatul Ifada, Maya Indriastuti, Mutoharoh Mutoharoh https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/923 Pemberdayaan Wanita Nelayan Melalui Inovasi Produk Oalahn Ikan Sebagai Oleh-oleh Khas Bonoege di Kelurahan Boneoge 2025-10-06T14:08:04+00:00 Wendi Muhammad Fadhli wendi@uwn.ac.id Rahmat Yanuary rahmatyanuary@uwn.ac.id Nuristha Febrianti nurfianti@uwn.ac.id Nurfianti Nurfianti tita@uwn.ac.id Faradillah Faradillah hijrahmilhusnah@gmail.com Hijrah Milhusnah hijrahmilhusnah@gmail.com <p>Program pelatihan dan pendampingan pembuatan produk olahan ikan di Kelurahan Boneoge, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat pesisir, khususnya kelompok ibu rumah tangga nelayan, dalam mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan pembuatan abon ikan marlin dan sambal ikan tuna yang dipandu oleh tim dosen dan mahasiswa. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi, yang mencakup praktik langsung, inovasi kemasan, strategi pemasaran, dan manajemen usaha sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memproduksi kedua jenis olahan ikan dengan baik, memahami aspek pemasaran, serta termotivasi untuk menjadikannya sebagai usaha rumah tangga yang berpotensi menjadi oleh-oleh khas Boneoge. Program ini berhasil mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga nelayan, memperkuat keterampilan kewirausahaan, serta membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Wendi Muhammad Fadhli, Rahmat Yanuary, Nuristha Febrianti, Nurfianti Nurfianti, Faradillah Faradillah, Hijrah Milhusnah https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1066 Inovasi Olahan Pangan Lokal: Nugget Ikan Katombo Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita di Kelurahan Boneoge 2025-11-12T23:40:43+00:00 Suaib Suaib suaibners12@gmail.com Waina Waina 202201254@uwn.ac.id Helmalia Putri Wardana afdiatulmwdh@gmail.com Afdiatul Mawadah helmaliaputriw18@gmail.com Marsya S Marsya S marsyasyafrudin0@gmail.com Meylan Ferniyanti Meylanferniyanti372@gmail.com Ni Luh Putri Aprilianti niluhputriaprilianti@gmail.com Istitah Ningrum Maorice istitahnm03@gmail.com Yusriani Yusriani yusrianiriani67@gmail.com Lintang Salwa Nadira Ragi farhat9886@gmail.com Farhat Farhat farhat9886@gmail.com <p>Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting di provinsi tersebut mencapai 27,2%. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Widya Nusantara Palu di Kelurahan Boneoge, Kecamatan Banawa, dilaksanakan dengan tujuan memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK mengenai pemanfaatan pangan lokal berbasis ikan kembung (katombo) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan <em>Behavior Change Communication</em> (BCC) melalui kegiatan sosialisasi, demonstrasi video edukatif pembuatan nugget ikan kembung, serta pembagian makanan tambahan kepada keluarga yang memiliki balita stunting. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan bagi peserta tentang kandungan gizi ikan kembung, khususnya omega-3, serta cara mengolahnya menjadi makanan bergizi yang menarik bagi anak. Kegiatan ini juga memperkenalkan inovasi olahan pangan lokal yang bernilai jual dan berpotensi mendukung ekonomi keluarga. Dengan demikian, edukasi berbasis kearifan lokal melalui pengolahan ikan kembung dapat menjadi salah satu pendekatan dalam mendukung pencegahan stunting di masyarakat.dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di masyarakat.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Suaib Suaib, Waina Waina, Helmalia Putri Wardana, Afdiatul Mawadah, Marsya S Marsya S, Meylan Ferniyanti, Ni Luh Putri Aprilianti, Istitah Ningrum Maorice, Yusriani Yusriani, Lintang Salwa Nadira Ragi, Farhat Farhat https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1020 Program Pemberdayaan Ibu untuk Mencegah Malnutrisi Anak melalui Pemanfaatan Pangan Lokal dan Praktek Responsive Feeding 2025-11-01T07:01:08+00:00 Iman Jaladri imanjaladri@gmail.com Jurianto Gambir juriantogambir1970@gmail.com Desi Desi imanjaladri@gmail.com Wiwik Sundari wiwiksundari75@gmail.com <p>Program pemberdayaan ibu untuk mencegah malnutrisi anak melalui pemanfaatan pangan lokal dan praktik responsive feeding dilaksanakan di Desa Rasau Jaya II, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku ibu dalam pemberian makan balita yang tepat serta mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi bahan pangan lokal, uji coba resep, edukasi gizi, praktik langsung responsive feeding, dan evaluasi menggunakan observasi perilaku ibu serta metode Comstock untuk mengukur sisa makanan. Sasaran pada kegiatan ini adalah ibu dengan balita berjumlah 36. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada perilaku pemberian makan ibu, di mana ibu yang sangat responsif meningkat dari 11% menjadi 75%. Sebagian besar balita (62%) mampu menghabiskan porsi makanannya, menunjukkan penerimaan baik terhadap pangan lokal. Kegiatan ini juga memperkuat kapasitas kader posyandu dalam edukasi dan pendampingan ibu balita. Program ini terbukti efektif meningkatkan praktik pemberian makan yang positif dan dapat direplikasi sebagai model intervensi gizi berbasis masyarakat di tingkat desa</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Iman Jaladri, Jurianto Gambir, Wiwik Sundari https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1005 Training On Career Planning and Development for Young Workers at Buper Waena, Jayapura City 2025-10-27T07:32:08+00:00 Fanny Kristin Tantyah Sitompul fanny.sitompul@feb.uncen.ac.id Neni Setiarini neni.setiarini@feb.uncen.ac.id Isma Shalihi Ahlia isma.ahlia@feb.uncen.ac.id Iriando Wijaya iriando.wijaya@feb.uncen.ac.id El Shaddai Sandhy Pustap elshaddai.putap@feb.uncen.ac.id <p>This community service activity was carried out as Career Planning and Development Training for Young Workers in Buper Waena, Jayapura City, in response to the high open unemployment rate among the productive age group. The main problems faced by participants were a lack of knowledge about career management, limitations in structuring career plans, and a lack of professional networking skills. The implementation method included the planning stage (preparation of materials and coordination with partners), implementation (socialization of career management, practice of SMART-based career plan development, and communication and networking simulations), and evaluation (pre- and post-tests and practice observation). The activity results showed a significant increase in knowledge, with the average pre-test score of 76% increasing to 100% in the post-test. Skills were also optimally achieved, with all participants (100%) able to develop SMART career plans, map professional networks through the Webbed approach, and demonstrate good to excellent professional communication skills. The impact of the activity included increased individual career awareness, the readiness of the young workforce to face the job market, and the strengthening of institutional networks with the Jayapura City Manpower Office. Thus, this activity not only increased conceptual understanding but also built relevant applied competencies, improving the competitiveness of the young workforce.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fanny Kristin Tantyah Sitompul, Neni Setiarini, Isma Shalihi Ahlia, Iriando Wijaya, El Shaddai Sandhy Pustap https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/963 Pemberdayaan Kader Dalam Deteksi Dini Preeklampsia di Desa Sugihwaras Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro 2025-10-20T06:15:04+00:00 Indrayanti Indrayanti indratuban73@gmail.com Masfuah Ernawati indratuban73@gmail.com Esti Yuliani indratuban73@gmail.com <p>Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan berbahaya dan menjadi penyebab utama kematian ibu di Indonesia sebesar 24,6%. Di Desa Sugihwaras, ditemukan prevalensi preeklampsia sebesar 27% dan ibu hamil dengan faktor risiko mencapai 45,9%, namun kader kesehatan setempat belum pernah mendapatkan pelatihan deteksi dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi kader dalam deteksi dini preeklampsia. Metode yang digunakan melibatkan 30 kader dengan rangkaian kegiatan meliputi <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>, ceramah, demonstrasi, serta tutorial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 14,4%, di mana 96,6% responden kini memiliki pengetahuan kategori baik. Selain itu, keterampilan komunikasi kader dalam melakukan skrining preeklampsia mencapai kategori sangat baik sebesar 46,67%. Peningkatan ini membuktikan bahwa pelatihan melalui pemberdayaan masyarakat efektif dalam mendukung upaya deteksi dini preeklampsia di tingkat desa</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Indrayanti Indrayanti, Masfuah Ernawati, Esti Yuliani https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/994 Peningkatan Kapasitas Pengelola Tempat Penitipan Anak (TPA) melalui Pelatihan Penyusunan Menu Berbasis Gizi Seimbang di Kecamatan Sandubaya 2025-10-27T00:46:36+00:00 Laila Mardiana Rohmatillah laila.mardianar@undikma.ac.id Dewi Rayani laila.mardianar@undikma.ac.id Aulia Alifariani laila.mardianar@undikma.ac.id Yenni Oktora laila.mardianar@undikma.ac.id Novia Arista laila.mardianar@undikma.ac.id Nurjaitun Nurjaitun laila.mardianar@undikma.ac.id <p>Pemenuhan gizi yang optimal pada anak usia dini (usia 0-5 tahun) merupakan faktor penentu penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak karena masa ini sebut sebagai masa Golden Age. Asupan gizi yang tidak seimbang atau tidak mencukupi pada masa ini dapat berdampak buruk terhadap status kesehatan anak, termasuk meningkatkan risiko stunting, anemia, infeksi berulang, serta gangguan perkembangan kognitif dan motorik. Tempat Penitipan Anak (TPA) sebagai salah satu lembaga pengasuhan anak memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas tumbuh kembang anak selama orang tua bekerja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru dan pengelola dalam menyusun menu makan siang berdasarkan pedoman gizi seimbang di Tempat Penitipan Anak (TPA) Anak Soleh, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Edukasi dan pendampingan ini menjadi salah satu bagian kegiatan dari program Pengabdian Masyarakat Universitas Pendidikan Mandalika. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan mampu memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan guru dan pengelola tentang pembuatan menu makan siang berdasarkan pedoman gizi seimbang. Guru dan pengelola diharapkan mampu untuk membuat menu makan siang dengan berpedoman pada prinsip gizi seimbang</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Laila Mardiana Rohmatillah, Dewi Rayani, Aulya Alifariani, Yenni Oktora, Novia Arista, Nurjaitun Nurjaitun https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1048 Edukasi Persiapan Laktasi pada Ibu Hamil dan Pendampingan Menyusui Intensif di Desa Kalilembu: Upaya Peningkatan Capaian ASI Eksklusif 2025-11-07T11:15:49+00:00 Nur Intan Kusuma intankusuma29@gmail.com Eka Budiarto ekabudiarto4321@gmail.com Rini Kristiyanti mamabilgis@gmail.com Sandi Ari Susiatmi sandi.kedungwuni@gmail.com <p>WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi sebagai standar emas dalam pemberian makanan bayi dan anak. ASI menyediakan nutrisi yang dibutuhkan bayi baru lahir. Pemberian ASI saja telah mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi bayi sejak lahir hingga enam bulan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif, serta meningkatkan efikasi diri menyusui dan kesiapan dalam menghadapi proses menyusui. Program ini dilaksanakan melalui edukasi, demonstrasi, pendampingan menyusui, dan monitoring. Program ini diikuti oleh 11 ibu hamil trimester III, sebagian diantaranya berpendidikan SMA dan seluruhnya merupakan ibu rumah tangga. Pemberian edukasi tentang pentingnya ASI untuk mencapai ASI eksklusif terbukti meningkatkan pengetahuan ibu, yang ditunjukkan oleh peningkatan rerata skor pengetahuan sebesar 2,28 poin, dari 13,36 sebelum edukasi menjadi 15,64 setelah edukasi. Diukur juga efikasi diri menyusui dan diperoleh skor rata-rata 42 dari total skor 56. Efikasi diri menyusui menunjukkan variasi skor sebesar 3,033, dengan skor terendah 38 dan skor tertinggi 48. Hasil pendampingan dan evaluasi menyusui menunjukkan bahwa ibu dapat menyusui dengan baik dan hanya memberikan ASI pada bayinya. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan cakupan ASI eksklusif.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nur Intan Kusuma, Eka Budiarto, Rini Kristiyanti, Sandi Ari Susiatmi https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1015 Aplikasi Fluor Topikal sebagai Upaya Pencegahan Karies pada Murid Sekolah Dasar di SDN 14 Gurun Laweh Padang 2025-10-29T09:21:39+00:00 Susi Susi susi@dent.unand.ac.id Bertha Aulia berthaaulia@gmail.com Arymbi Pujiastity arymbi.p@dent.unand.ac.id Bobby Bobby bobbyjv31@gmail.com Yoana Zahra Yuzanda zahrayuzandra@gmail.com Fadhilah Humaira fadhilahhumaira5@gmail.com <p>Karies gigi merupakan masalah kesehatan mulut paling umum pada anak-anak di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 84,8% pada usia 5–9 tahun. Salah satu langkah preventif yang direkomendasikan WHO adalah penggunaan fluorida topikal. Beberapa penelitian menyatakan Intervensi ini terbukti efektif mencegah progresi karies dini Pengabdian ini bertujuan mencegah karies dengan aplikasi topikal fluor (TAF) pada gigi anak kelas satu SDN 14 Gurun Laweh Padang. Kegiatan dilakukan pada 16 April 2025. Rangkaian kegiatan dimulai dengan edukasi kesehatan gigi praktik sikat gigi bersama, screening karies dan aplikasi fluor pada gigi permanen muda yang sehat. Edukasi dan praktik sikat gigi bersama dan screening diikuti oleh 46 siswa kelas satu. Hasil screening menunjukkan indeks DMF-T (karies pada gigi permanen) sebesar 0,65 (kategori sangat rendah), def-t (karies pada gigi sulung) sebesar 5,71 (kategori tinggi), dan pufa sebesar 2,41, mencerminkan tingkat keparahan karies pada gigi sulung yang tidak dirawat. Aplikasi Topikal Fluor diberikan pada sebelas anak yang bebas karies pada gigi permanen sesuai prosedur klinis. Edukasi dan tindakan promotif preventif secara berkelanjutan diperlukan untuk menurunkan prevalensi karies pada anak di masa mendatang</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Susi Susi, Bertha Aulia, Arymbi Pujiastity, Bobby Bobby, Yoana Zahra Yuzanda, Fadhilah Humaira https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1014 Pemberdayaan Pokdarwis Melalui Transplantasi Karang Berbasis WebGIS untuk Ekowisata Bahari Berkelanjutan di Pulau Lemukutan 2025-10-29T09:20:05+00:00 Zan Zibar zanzibar301@gmail.com Robin Saputra robinsaputra@oso.ac.id Fitra Wira Hadinata fitra.wirahadinata@faperta.untan.ac.id <p>Pulau Lemukutan merupakan bagian dari Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) di Kalimantan Barat dengan kondisi tutupan terumbu karang dalam kategori sedang (25–50%), sehingga memerlukan intervensi rehabilitasi untuk mendukung keberlanjutan ekowisata,. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam rehabilitasi terumbu karang serta pemanfaatan teknologi webGIS sebagai media monitoring dan promosi,. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis transplantasi, penerapan teknologi webGIS, pendampingan, serta evaluasi melalui <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra yang signifikan, yaitu sebesar 83,1% mengenai ekosistem terumbu karang dan 70,4% terkait transplantasi berbasis webGIS serta ekowisata bahari berkelanjutan. Sebanyak 125 fragmen karang telah berhasil ditransplantasikan pada 25 unit media meja yang terintegrasi dengan platform webGIS sebagai sarana pemantauan digital. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pelestarian ekosistem sekaligus memperkuat daya saing pariwisata bawah laut melalui inovasi digital.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Zan Zibar, Robin Saputra, Fitra Wira Hadinata https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1046 Transformasi Kelembagaan Pertanian Organik Melalui Integrated Organic Farming System (IOFS) Sebagai Strategi Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan Pesisir Di Kabupaten Malang 2025-11-12T09:59:28+00:00 Dhiana Puspitawati dhiana@ub.ac.id Citra Satrya Utama Dewi satryacitra@ub.ac.id Fransiska Ayulista Susanto fransiska.s@ub.ac.id Nabilah Luthfiyah Chusnida nabilahluthfiyah45@lec.ub.ac.id Ulfa Binada ulfabinada@lec.ub.ac.id <p>Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan petani di wilayah pesisir Kabupaten Malang melalui penerapan <em>Integrated Organic Farming System</em> (IOFS) sebagai strategi peningkatan ketahanan pangan berbasis lingkungan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh lemahnya legalitas kelompok tani, keterbatasan akses terhadap sarana produksi, serta rendahnya kapasitas manajerial dan teknologi pertanian di kawasan pesisir. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan <em>Participatory Action Research</em> (PAR) yang melibatkan kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan kelompok tani hutan (KTH). Tahapan kegiatan meliputi pemetaan kelembagaan, pelatihan produksi pupuk organik, diversifikasi komoditas (kopi, hortikultura, dan peternakan), serta pembentukan badan hukum koperasi atau BUMDes berbasis pertanian organik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas kelembagaan petani dalam mengelola usaha tani secara mandiri dan efisien, penurunan ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Selain itu, penerapan IOFS mendorong terciptanya sistem pertanian berkelanjutan yang memperkuat keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian SDG 2 (<em>Zero Hunger</em>), SDG 13 (<em>Climate Action</em>), dan SDG 14 (<em>Life Below Water</em>), sekaligus menjadi model inovatif pembangunan pertanian pesisir yang inklusif dan adaptif</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Dhiana Puspitawati, Citra Satrya Utama Dewi, Fransiska Ayulista Susanto, Nabilah Luthfiyah Chusnida, Ulfa Binada https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1056 Perlindungan Hak Ekonomi Petani Melalui Pendaftaran Indikasi Geografis: Studi pada Komoditas Alpukat dan Markisa di Kabupaten Langkat 2025-11-11T02:33:38+00:00 Tengku Keizerina Devi Azwar keizerina.devi@usu.ac.id Runtung Sitepu runtung@usu.ac.id Utary Maharany Barus utary@usu.ac.id Hilbertus Sumplisius M. Wau sumplisiuswau@gmail.com <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman hukum dan kapasitas administratif petani Alpukat Lebak dan Markisa di Desa Perdamaian, Kabupaten Langkat, dalam melindungi hak ekonomi melalui pendaftaran Indikasi Geografis (IG). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi hukum, pelatihan teknis penyusunan dokumen deskripsi, dan pendampingan pembentukan kelompok masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kesadaran petani akan manfaat ekonomi IG serta terbentuknya Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) sebagai wadah kolektif. Disarankan adanya kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah untuk memfasilitasi pendaftaran resmi dokumen deskripsi guna menjaga reputasi produk unggulan daerah</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Tengku Keizerina Devi Azwar, Runtung Sitepu, Utary Maharany Barus, Hilbertus Sumplisius M. Wau https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1016 Penguatan Keterampilan Profesional Guru melalui Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Digital 2025-10-29T09:16:13+00:00 Syafruddin Syafruddin syafruddin@ecampus.ut.ac.id Refisa Ananda refisa@ecampus.ut.ac.id Dewi Maharani Rachmaningsih dewi.rachmaningsih@ecampus.ut.ac.id Arifin T artha@ecampus.ut.ac.id <p>Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan literasi digital guru melalui pelatihan penyusunan bahan ajar berbasis teknologi yang kontekstual dan aplikatif sesuai kebutuhan pembelajaran di Sekolah Terpadu Kelurahan Pacinongan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelatihan partisipatif berbasis pendampingan <em>(participatory training and mentoring</em>) yang dilaksanakan secara luring (tatap muka langsung) di Sekolah Terpadu Kelurahan Pacinongan. Metode ini menekankan keterlibatan aktif peserta dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan, pelatihan teknis, praktik pembuatan media, hingga evaluasi hasil karya. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi dan literasi digital guru melalui pelatihan yang sistematis dan berbasis pendampingan dalam penyusunan bahan ajar digital. Guru mampu menghasilkan bahan ajar berbasis teknologi yang kontekstual dan aplikatif yang relevan dengan kebutuhan peserta didik serta memperkuat budaya inovatif di lingkungan Sekolah Terpadu Kelurahan Pacinongan. Rekomendasi selanjutnya sekolah perlu membentuk tim penggerak inovasi digital yang berperan dalam pendampingan, berbagi praktik baik, serta memastikan hasil pelatihan terimplementasi secara optimal dalam proses pembelajaran di kelas.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Syafruddin Syafruddin, Refisa Ananda, Dewi Maharani Rachmaningsih, Arifin T https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1102 Pengembangan Computer Based Test Berbasis Web di Sekolah Menengah Kejuruan Sumatera Utara 2025-12-05T01:42:25+00:00 Ana Muliyana muliyanajait@gmail.com Oppir Hutapea oppirhutapea20@gmail.com Cynthia Deborah Nababan oppirhutapea20@gmail.com Ferdianty Mariany Panjaitan oppirhutapea20@gmail.com Ruth Heppi Evelin Sinambela oppirhutapea20@gmail.com Andika Parlinggoman Tampubolon oppirhutapea20@gmail.com Rino Jeremia Christopher Gultom oppirhutapea20@gmail.com Abet Bertand M.P Manurung oppirhutapea20@gmail.com Natan Obet Nego Hutahaean oppirhutapea20@gmail.com <p>Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi teknologi serta kesiapan digital guru dan siswa melalui penerapan aplikasi Computer Based Test (CBT) sebagai solusi pengganti sistem ujian manual yang masih digunakan di salah satu SMK di Sumatera Utara. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, pelatihan onsite, uji coba aplikasi, serta wawancara sebagai evaluasi. Pelatihan diberikan kepada lima guru dan empat puluh siswa, mencakup pengenalan fitur CBT, pendampingan teknis, serta praktik langsung di dua laboratorium komputer. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai digitalisasi ujian, efisiensi proses penilaian, serta meningkatnya integritas akademik melalui pemanfaatan sistem keamanan aplikasi. Guru dan siswa juga memberikan masukan konstruktif terkait fitur tambahan yang diperlukan. Kegiatan ini merekomendasikan pengembangan lanjutan berupa penambahan bank soal terpusat, peningkatan infrastruktur jaringan sekolah, serta implementasi CBT secara bertahap sebagai standar evaluasi pembelajaran.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ana Muliyana, Oppir Hutapea, Cynthia Deborah Nababan, Ferdianty Mariany Panjaitan, Ruth Heppi Evelin Sinambela, Andika Parlinggoman Tampubolon, Rino Jeremia Christopher Gultom, Abet Bertand M.P Manurung, Natan Obet Nego Hutahaean https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1060 Implementasi Aplikasi Emosync dan Terapi Selaras Dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Mental Serta Generasi Anti Bunuh Diri Pada Remaja 2025-11-13T08:15:31+00:00 Ari Pratama ariajuz05@gmail.com Ni Ketut Putri Martasari ariajuz05@gmail.com Mertyani Sari Dewi ariajuz05@gmail.com Putu Indah Sintya Dewi ariajuz05@gmail.com Ni Made Dwi Yunica Astriani ariajuz05@gmail.com <p>Permasalahan kesehatan mental pada remaja saat ini menjadi isu yang semakin krusial, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki akses terbatas terhadap layanan psikologis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental remaja dan mencegah perilaku berisiko melalui implementasi Aplikasi EMOSYNC serta Terapi SELARAS (Sehatkan Pikiran, Latih Emosi, Rangkul Asa) di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. Metode pelaksanaan dilakukan selama tiga bulan (Oktober–Desember 2025) yang melibatkan tahapan edukasi, pelatihan, penerapan aplikasi, dan pendampingan komunitas bagi 40 remaja Karang Taruna Satya Kencana. Aplikasi EMOSYNC digunakan untuk <em>mood tracking</em> dan refleksi diri, sementara Terapi SELARAS diterapkan melalui sesi kelompok yang mencakup latihan relaksasi, regulasi emosi, dan penguatan motivasi hidup. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman kesehatan mental, kemampuan mengelola stres, serta peningkatan skor kesejahteraan psikologis berdasarkan kuesioner GHQ-12. Data menunjukkan pengetahuan penggunaan aplikasi meningkat dari 45% menjadi 90%, dan keterampilan penerapan Terapi Selaras meningkat dari 45% menjadi 84%. Selain itu, terbentuk komunitas pendamping sebaya (<em>peer support group</em>) sebagai wadah saling dukung antarremaja. Kegiatan ini terbukti efektif sebagai pendekatan inovatif berbasis teknologi dan psikososial dalam membentuk generasi remaja sehat mental dan anti bunuh diri</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ari Pratama, Ni Ketut Putri Martasari, Mertyani Sari Dewi, Putu Indah Sintya Dewi, Ni Made Dwi Yunica Astriani https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1067 Strategi Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan dan Penurunan Prevalensi Stunting 2025-11-14T00:28:34+00:00 Musdalipa Musdalipa musdalipa.dpk@uim-makassar.ac.id Sulfiana Sulfiana sulfiana.dpk@uim-makassar.ac.id Zaenal Zaenal zaenal.dpk@uim-makassar.ac.id Andi Aso Sessu andiasosessu97@gmail.com Rini Ariyani r9359407@gmail.com Reski Reski reskiaajah03@gmail.com <p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai strategi ganda dalam peningkatan ekonomi keluarga dan pencegahan stunting di Desa Pallantikang, Kabupaten Jeneponto. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Pelatihan difokuskan pada budidaya tanaman menggunakan metode tanaman dengan metode hybrid yaitu kombinasi metode tanam sederhana dan sistem hidroponik serta edukasi gizi keluarga terintegrasi dengan kegiatan posyandu. Penerapan teknologi tepat guna berupa sistem irigasi otomatis 360° mendukung efisiensi penggunaan air dan keberlanjutan budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang dari 50% menjadi 90%, frekuensi konsumsi sayur meningkat dari 1–2 kali menjadi 5–6 kali per minggu, serta peningkatan keterampilan budidaya sebesar 25%. Selain itu, proporsi anak dengan status gizi baik meningkat dari 10% menjadi 60% pada sepuluh balita yang dipantau selama program berlangsung. Program ini berkontribusi dalam peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, kemandirian ekonomi keluarga, serta mendukung pencapaian SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Musdalipa Musdalipa, Sulfiana Sulfiana, Zaenal Zaenal , Andi Aso Sessu, Rini Ariyani, Reski Reski https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1036 Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui Diversifikasi Produk Susu Sapi Menjadi Keju Mozzarella dan Pizza di Dilem Wilis, Trenggalek 2025-11-11T02:34:30+00:00 Cassandra Permata Nusa cassandra.permata.fmipa@um.ac.id Titi Mutiara Kiranawati titi.mutiara.ft@um.ac.id Rizki Yulianingrum Pradani rizki.yulia.ft@um.ac.id Muhammad Ilman Nur Sasongko ilman.sasongko.fv@um.ac.id Rizkha Kusuma Putri Indahyanti rizkha.kusuma.2303446@students.um.ac.id Ibnaty Salsabila Izzaty ibnaty.salsabila.2403446@students.um.ac.id Muhammad Azhar Rastya muhammad.azhar.2403446@students.um.ac.id Muhamad Usman muhamad.usman.2405436@students.um.ac.id Novio Dofany Atrisca Sevena Kaseka novio.dofany.2303446@students.um.ac.id <p>Desa Dompyong, Kabupaten Trenggalek terkenal sebagai daerah penghasil susu sapi segar. Produksi susu segar ini pada tahun 2023 mencapai 11.627 ton. Produksi susu yang melimpah menjadikannya sebagai komoditas yang potensial bagi perekonomian setempat. Susu segar biasanya langsung dikirim ke penampung susu untuk dikemas kemudian diperjualbelikan di Cafe TTP Dilem Wilis. Akan tetapi, susu sapi segar memiliki masa simpan yang relatif pendek, yaitu maksimal satu hari di dalam lemari pendingin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan inovasi pengolahan susu sapi segar guna memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai tambah produk. Inovasi yang dilakukan adalah mengolah susu sapi segar menjadi keju mozzarella. Keju mozzarella ini kemudian diaplikasikan sebagai pugasan pada pizza. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR). Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan analisis situasi dan uji coba pembuatan keju mozzarella dan pizza. Selanjutnya, dilaksanakan pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat Dilem Wilis terkait pembuatan keju mozzarella dan aplikasinya pada pizza. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2025 dengan melibatkan 165 peserta dari masyarakat Kawasan Dilem Wilis Trenggalek, dengan tingkat kehadiran mencapai 100% dari target sasaran yang aktif dalam seluruh kegiatan pelatihan. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis masyarakat di Kawasan Dilem Wilis, serta meningkatkan nilai tambah sensoris dan ekonomi dari produk susu sapi lokal.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Cassandra Permata Nusa, Titi Mutiara Kiranawati, Rizki Yulianingrum Pradani, Muhammad Ilman Nur Sasongko, Rizkha Kusuma Putri Indahyanti, Ibnaty Salsabila Izzaty, Muhammad Azhar Rastya, Muhamad Usman, Novio Dofany Atrisca Sevena Kaseka https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1123 Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Nanggalo melalui Biokonversi Sampah Organik Larva Black Soldier Fly untuk Mendukung Ketahanan Pangan 2025-12-15T04:36:44+00:00 Sari Arlinda sariarlinda22@gmail.com Mukhlis Mukhlis sariarlinda@unsri.ac.id Lindawati Lindawati sariarlinda@unsri.ac.id <p>Sampah organik masih menjadi permasalahan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kota Padang yang menghasilkan sekitar 640 ton sampah per hari, dengan sebagian belum terkelola secara optimal. Teknologi biokonversi menggunakan larva <em>Black Soldier Fly</em> (BSF) merupakan salah satu solusi inovatif karena mampu mereduksi hingga 80% sampah organik sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi berupa kompos (kasgot) dan pakan ternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi larva BSF. Metode yang digunakan adalah <em>Asset Based Community Development (ABCD)</em> melalui tahapan identifikasi aset komunitas, sosialisasi, pelatihan teknis, praktik lapangan, dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar 72,67%. Sebanyak 50 anggota KWT telah mampu mengimplementasikan budidaya larva BSF secara mandiri dan memanfaatkan produk biokonversi berupa larva segar dan kering sebagai pakan ternak serta kasgot sebagai pupuk organik untuk kebun mereka. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, serta mendorong pemberdayaan perempuan berbasis komunitas</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sari Arlinda, Mukhlis Mukhlis, Lindawati Lindawati https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1090 Efektivitas Pendampingan Keluarga dan PMT Berbasis Pangan Lokal Terhadap Perilaku Ibu dan Status Gizi Balita Wasting di Puskesmas Kuala Lempuing 2025-11-24T11:02:18+00:00 Demsa Simbolon demsa@poltekkesbengkulu.ac.id Daffa Arya Pradana demsa@poltekkesbengkulu.ac.id Desty Syaefatul Nazilah demsa@poltekkesbengkulu.ac.id Eka Hariani Hakiki demsa@poltekkesbengkulu.ac.id Fenti Nirmalasari demsa@poltekkesbengkulu.ac.id Frischa Efita demsa@poltekkesbengkulu.ac.id Khairunnisak Walfitri demsa@poltekkesbengkulu.ac.id Kurnia Dwi Rezki demsa@poltekkesbengkulu.ac.id Miftahurrohmah Miftahurrohmah demsa@poltekkesbengkulu.ac.id Nadia Vykhanza demsa@poltekkesbengkulu.ac.id Sherly Martcela demsa@poltekkesbengkulu.ac.id Ulfa Oktaviani Putri demsa@poltekkesbengkulu.ac.id Winda Regita Puspita Sari demsa@poltekkesbengkulu.ac.id <p>Wasting (gizi kurus akut) pada balita merupakan salah satu indikator malnutrisi yang paling berisiko meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Analisis situasi di wilayah kerja Puskesmas Kuala Lempuing menunjukkan prevalensi wasting sebesar 0,97% dengan skor prioritas USG 4,0, sehingga membutuhkan intervensi segera. Pendekatan intervensi gizi konvensional sering kali kurang efektif karena tidak menyasar faktor perilaku dan praktik pengasuhan. Kegiatan ini bertujuan untuk intervensi kombinasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dan pendampingan keluarga (homecare) terhadap perubahan status gizi serta peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan (PST) ibu balita wasting. Intervensi ini melibatkan 5 balita wasting di wilayah Puskesmas Kuala Lempuing pada tahun 2025. Intervensi dilakukan selama 7 hari, meliputi pemberian PMT 2 kali sehari (Puding, Nugget, Dimsum) dan pendampingan keluarga (konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak/PMBA). Keberhasilan kegiatan diukur dengan perbandingan pengukuran antropometri serta pre-test dan post-test, perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik (PSP) ibu. Intervensi menunjukkan peningkatan perilaku ibu, ditandai dengan kenaikan skor pengetahuan ibu hingga mencapai 100% pada post-test. Tindakan dan sikap juga meningkat pada seluruh responden. Namun ditemukan hasil pengukuran antropometri, dua dari lima balita mengalami penurunan berat badan. Dua balita mengalami penurunan berat badan yang diduga dipengaruhi oleh penyakit infeksi dan ketidakpatuhan pemberian makan. Kombinasi PMT berbasis pangan lokal dan pendampingan keluarga efektif meningkatkan PST ibu dan berkontribusi positif terhadap pemulihan status gizi balita wasting. Intervensi jangka pendek ini menunjukkan potensi yang baik, namun diperlukan durasi pendampingan yang lebih panjang serta integrasi dengan upaya pencegahan penyakit untuk mencapai pemulihan gizi yang optimal dan berkelanjutan.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Demsa Simbolon, Daffa Arya Pradana, Desty Syaefatul Nazilah, Eka Hariani Hakiki, Fenti Nirmalasari, Frischa Efita, Khairunnisak Walfitri, Kurnia Dwi Rezki, Miftahurrohmah Miftahurrohmah, Nadia Vykhanza, Sherly Martcela, Ulfa Oktaviani Putri, Winda Regita Puspita Sari https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1031 Pendampingan Tata Kelola Gizi dan Keuangan (Model Tata Gizi) pada Panti Asuhan Muhammadiyah Pamekasan 2025-12-11T23:50:08+00:00 Shinta Oktafiana sahrul@iainmadura.ac.id Sahrul Romadhon sahrul@iainmadura.ac.id Farida Ulfa Lutfiyah Qusyairi sahrul@iainmadura.ac.id <p>Panti Asuhan Muhammadiyah di Pamekasan menghadapi kendala dalam menerapkan prinsip gizi seimbang dan manajemen menu harian bagi para santrinya. Permasalahan utama terletak pada proses perencanaan konsumsi yang masih bersifat sederhana dan praktis tanpa standar gizi yang terukur. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menerapkan Model Tata Gizi (Aman, Terstruktur, Adaptif, Inklusif, Zahir, dan Inovatif) guna meningkatkan kualitas asupan nutrisi dan efisiensi manajemen pangan. Metode yang digunakan adalah <em>Participatory Action Research</em> (PAR) yang meliputi tahapan identifikasi, perencanaan, aksi (pelatihan), dan refleksi. Hasil kegiatan pada empat panti asuhan menunjukkan adanya peningkatan dalam pengetahuan mitra, di mana pada tahap pascates (<em>post-test</em>) sebanyak 40% peserta mencapai nilai sempurna. Selain itu, program ini berhasil membentuk sistem menu mingguan yang terstruktur, melibatkan santri dalam pengelolaan dapur, serta mengoptimalkan pemanfaatan bahan pangan lokal. Kesimpulannya, Model Tata Gizi terbukti menjadi solusi pengelolaan gizi berbasis komunitas yang efektif dan efisien untuk mendukung kesejahteraan santri secara berkelanjutan.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Shinta Oktafiana, Sahrul Romadhon, Farida Ulfa Lutfiyah Qusyairi https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1079 Strategi Pencegahan Stunting di Desa Penyabangan: Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam Penyusunan Menu Gizi Berbasis Ikan 2025-11-17T23:58:18+00:00 Luh Seri Ani luhseriani@yahoo.com Ni Wayan Arya Utami arya.utami@unud.ac.id I Made Merdana imade_merdana@unud.ac.id I Gede Gawandhi Arrya degawandhi90@gmail.com <p>Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat dicegah. Pemberdayaan ibu rumah tangga (IRT) melalui peningkatan pengetahuan tentang makanan bergizi seperti ikan merupakan salah satu intervensi yang sudah terbukti efektif dalam menurunkan kejadian stunting pada anak usia 6-59 bulan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas IRT melalui workshop penyusunan menu harian bergizi berbasis pangan lokal ikan untuk mencegah stunting di Desa Penyabangan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui workshop dengan tema “gizi cerdas anak sehat”. Kegiatan berlangsung di Kantor Balai Riset dan Penyuluhan Perikanan Gondol, melibatkan 20 IRT dari kelompok Poklaksar Ainun dan Bahagia. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, serta praktik merancang menu harian berbahan ikan. Evaluasi dilakukan melalui pre-posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 47% pada pre-test menjadi 95% pada post-test (peningkatan rerata jawaban benar sebesar 9,6 poin). Seluruh peserta menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelaksanaan workshop. Kegiatan ini berhasil membekali IRT dengan keterampilan praktis dalam mengolah pangan lokal (ikan) menjadi menu bergizi sebagai upaya preventif stunting di tingkat keluarga.workshop. Untuk memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap penurunan stunting, maka disarankan untuk menyelenggarakan workshop secara berkala serta memperluas sasaran ke desa- desa lainnya.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Luh Seri Ani, Ni Wayan Arya Utami, I Made Merdana, I Gede Gawandhi Arrya https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1013 Edukasi Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Pada Balita Stunting Di Desa Ogomoli 2025-10-30T07:47:06+00:00 Arniawan Arniawan arniawan@uwn.ac.id Saprina Saprina Arniawan@uwn.ac.id Moh. Syamzul Arniawan@uwn.ac.id Moh. Nawawi Arniawan@uwn.ac.id Abd. Dandiyansa Arniawan@uwn.ac.id Andi Rusman Arniawan@uwn.ac.id Suardi Suardi Arniawan@uwn.ac.id Marwah Marwah Arniawan@uwn.ac.id Febi Febi Arniawan@uwn.ac.id Siescha Monica Jacobus Arniawan@uwn.ac.id Sarini M. Samang Arniawan@uwn.ac.id Rasma Rais Arniawan@uwn.ac.id <p>Stunting merupakan keadaan terhambatnya pertumbuhan pada anak balita yang ditandai dengan tinggi badan lebih rendah dibandingkan anak seusianya, stunting masih menjadi masalah yang mengkhawatirkan karna stunting dapat memberikan dampak buruk jangka pendek dan jangka panjang pada balita sebagai generasi penerus. Salah satu langkah dalam menanggulangi stunting pada balita yaitu melalui edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait pencegahan stunting dengan pemberian makanan tambahan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal mengandung gizi yang baik. Kegiatan ini bertujuan melaksanakan edukasi pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal labu kuning pada balita sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2025 di Desa Ogomoli, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Dengan metode ceramah tanya jawab, dan video demonstrasi, diikuti 21 orang ibu balita, ibu hamil dan ibu menyusui, termasuk 6 ibu yang memiliki anak balita dengan kondisi stunting. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengisian kuesioner <em>pre-test</em> kemudian dilanjutkan penyuluhan stunting dan pemberian makanan tambahan bergizi dengan memanfaatkan pangan lokal labu kuning serta pemutaran video demo cara memasak puding olahan labu kuning dan terakhir pengisian kuesioner <em>post-test</em>. Adapun indikator keberhasilan yang dicapai dalam kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi lebih besar (89) dibandingkan rata-rata pengetahuan peserta sebelum diberikan edukasi (64). data ini menunjukkan edukasi dengan metode ceramah tanya jawab dan video demonstrasi dapat meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian asupan nutrisi dengan memanfaatkan pangan lokal. Diharapkan kepada kepala Puskesmas, Kepala Desa, Kader Posyandu dan tenaga pelaksana Gizi dalam rangka monitoring dan evaluasi terkait pemberian makanan tambahan bergizi pada balita sehingga terhindar dari stunting</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Arniawan Arniawan, Saprina Saprina, Moh. Syamzul, Moh. Nawawi, Abd. Dandiyansa, Andi Rusman, Suardi Suardi, Marwah Marwah, Febi Febi, Siescha Monica Jacobus, Sarini M. Samang, Rasma Rais https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1108 Inovasi Sistem Electronic Oral Mucositis Care (e-OMc) Untuk Meningkatkan Kompetensi Caring dalam Deteksi Dini Oral Mukositis 2025-12-28T06:11:37+00:00 Ni Ketut Kardiyudiani ketut.kardiyudi@gmail.com Rudi Haryono rhudee_fukuza@yahoo.com Pramitha Esha ND pramithaesha@umy.ac.id <p>Oral mukositis merupakan komplikasi umum pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan sering tidak terdeteksi secara dini di layanan kesehatan primer. Keterbatasan kompetensi caring dan keterampilan asesmen petugas kesehatan menunjukkan perlunya intervensi edukasi yang terintegrasi dengan sistem pemantauan berbasis digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kompetensi caring, dan kemampuan deteksi dini oral mukositis pada petugas kesehatan melalui pemanfaatan <em>Electronic Oral Mucositis Care</em> (e-OMc) di Puskesmas Berbah. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan, sosialisasi, demonstrasi, dan pendampingan penggunaan e-OMc. Evaluasi dilakukan menggunakan <em>pre–post test</em> pengetahuan tentang oral mukositis dan asesmennya, serta observasi keterampilan asesmen menggunakan e-OMc. Sebanyak 26 petugas kesehatan mengikuti kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan tentang oral mukositis (p = 0,001), dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 3,8% menjadi 61,5%. Pengetahuan tentang asesmen oral mukositis juga meningkat signifikan (p = 0,001), dari 26,9% menjadi 80,8%. Seluruh peserta (100%) mampu melakukan asesmen oral mukositis menggunakan e-OMc dengan baik. Program ini efektif meningkatkan kompetensi caring dan kemampuan deteksi dini oral mukositis serta mendukung penerapan praktik berbasis bukti dalam pelayanan kanker di puskesmas</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ni Ketut Kardiyudiani, Rudi Haryono, Pramitha Esha ND https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1115 Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pelatihan Smart Farming Berbasis Iot Untuk Budidaya Bawang Putih Di Dataran Rendah Kabupaten Majalengka 2025-12-04T12:57:44+00:00 Dadan Ramdani Nugraha dadanramdaninugraha@unma.ac.id Miftah Dieni Sukmasari miftahdieni6@unma.ac.id Tri Ferga Prasetyo trifergaprasetyo@unma.ac.id Sri Ayu Andayani sriayuandayani@unma.ac.id Muhamad Nurdin Yusuf miftahdieni6@unma.ac.id <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani bawang putih di dataran rendah melalui pelatihan teknologi inovasi pengairan dan pemupukan berbasis Internet of Things (IoT). Pelatihan di Desa Nunuk, Kabupaten Majalengka, melibatkan 25 petani dan mencakup konsep smart farming, penggunaan sensor tanah, serta sistem fertigasi otomatis. Peserta juga diajarkan praktik operasional perangkat IoT mulai dari tahap persiapan (survei dan rancangan), implementasi (pelatihan teori dan praktik), hingga pemantauan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan teknis petani sebesar 35%, disertai penerapan sistem irigasi dan pemupukan presisi yang menghemat air hingga 28% dan menurunkan biaya pemupukan sebesar 16,7%. Teknologi ini juga meningkatkan produktivitas, dengan kenaikan bobot umbi rata-rata 18%, ukuran umbi lebih besar, dan hasil lebih seragam. Selain itu, sistem ini membantu petani mencapai Kebutuhan Air Tanaman (KAT) secara tepat dan mengurangi pemborosan air. Secara umum, program PkM ini efektif dalam meningkatkan efisiensi produksi, kualitas hasil panen, serta kemandirian petani dalam mengelola teknologi berbasis IoT</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Dadan Ramdani Nugraha, Miftah Dieni Sukmasari, Tri Ferga Prasetyo, Sri Ayu Andayani, Muhamad Nurdin Yusuf https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1213 Optimalisasi Gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Melalui Kreasi Eco-Planter Di Minu Unggulan Wali Songo Sumberrejo 2025-12-27T01:00:29+00:00 Midya Yuli Amerta midyaamreta2@gmail.com Fatimatus zahro Rafika Sari tita.zahro99@gmail.com Rafi Ajrul Baha' Udin rofiazrul@gmail.com Siti Dwi Safitri Wulandari sitidwisafitriwulan@gmail.com Risqia Ramadhani risqiaramadhani7@gmail.com Umniyah Labibatul Asna labibasna202@gmail.com Halimatul Lutfiyah halimatulutfiyah23@gmail.com Fitria Nur Colili fitrialili02@gmail.com Linda Ayu Sahara lindaayusahara@gmail.com Fitri Hidayati Lestari fitri28e@gmail.com Nanik Indah Lestari Kinanindah1880@gmail.com <p>Permasalahan sampah, khususnya sampah plastik, masih menjadi tantangan serius dalam upaya pelestarian lingkungan, termasuk di lingkungan sekolah. Sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran dan perilaku peduli lingkungan melalui penerapan prinsip 3R (<em>Reduce, Reuse, Recycle</em>). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penerapan gerakan 3R melalui pendampingan pembuatan <em>eco-planter </em>di MINU Unggulan Wali Songo Sumberrejo. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan <em>Participatory Action Research</em> (PAR) yang melibatkan secara aktif siswa, guru, dan pihak madrasah dalam setiap tahapan kegiatan, meliputi identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan, serta refleksi dan evaluasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui sosialisasi pengelolaan sampah berbasis 3R, pelatihan teknis dan praktik pembuatan <em>eco-planter</em> dari botol plastik bekas, serta pendampingan pemanfaatannya sebagai media tanam dan penghijauan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap konsep <em>reduce, reuse,</em> dan <em>recycle</em>, berkembangnya kreativitas siswa dalam memanfaatkan limbah plastik, serta perubahan perilaku warga sekolah dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab. <em>Eco-planter</em> yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai produk daur ulang, tetapi juga sebagai media pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dengan pembelajaran IPA dan sarana pendukung budaya sekolah peduli lingkungan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan dan direplikasi pada sekolah lain sebagai model pengabdian berbasis pendidikan lingkungan hidup.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Midya Yuli Amerta, Fatimatus zahro Rafika Sari, Rafi Ajrul Baha' Udin, Siti Dwi Safitri Wulandari, Risqia Ramadhani, Umniyah Labibatul Asna, Halimatul Lutfiyah, Fitria Nur Colili, Linda Ayu Sahara, Fitri Hidayati Lestari, Nanik Indah Lestari https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1107 Capacity Building for Traditional Market Traders through Sales Optimization and Financial Management Training in Watutumou-2 Village 2025-12-01T07:09:10+00:00 Agus Supandi Soegoto supandi@unsrat.ac.id Bode Lumanauw supandi@unsrat.ac.id Deasy Soeikromo supandi@unsrat.ac.id Andini Pratiwi Soegoto supandi@unsrat.ac.id Andi Wiratama Satriani supandi@unsrat.ac.id <p>Traditional markets face significant threats from modern markets and e-commerce due to superior management and technology. The decline in the number of buyers has resulted in a decrease in the number of traditional markets in various regions. This Community Partnership Program (PKM) aimed to enhance the competitiveness of traders in Watutumou-2 Village, North Minahasa, through Sales Optimization and Financial Management Training. The program involved 29 participants and utilized a multi-stage method: lectures/counseling, hands-on training, and intensive mentoring. Results indicated a significant success rate, with 95% of the 29 participants (including 25 traders and 4 stall owners) being able to understand and apply the materials. Notably, the mentoring stage encouraged in mindset shift and practice. Traders began rearranging product layouts to attract buyers and adopting digital financial recording via smartphones. This program proves that integrated training and mentoring can effectively transform traditional trading patterns into professional business management</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Agus Supandi Soegoto, Bode Lumanauw, Deasy Soeikromo, Andini Pratiwi Soegoto, Andi Wiratama Satriani https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1004 Peningkatan Kompetensi Pemuda Melalui Pelatihan Multimedia Di Gereja HKBP Rogate Waena Kota Jayapura 2025-11-16T00:02:06+00:00 Arius A Kambu arius.kambu@feb.uncen.ac.id Fanny Kristin Tantyah Sitompul fanny.sitompul@feb.uncen.ac.id Isma Shalihi Ahlia isma.ahlia@feb.uncen.ac.id Rasi Kasim Samosir rasi.samosir@ft.uncen.ac.id Anggrainy Togi Marito Siregar anggrainy.siregar@fmipa.uncen.ac.id Halomoan Hutajulu halomoan.h@gmail.com <p>This Community Service Program aims to improve the multimedia skills of the HKBP Rogate Waena Church youth in Jayapura City to support creative and adaptive church services in line with technological developments. The activity was carried out in August 2025, involving 40 participants: youth, categorical administrators, and church councils. The implementation methods included material delivery, simulations, and practice in digital content creation and forming a church multimedia team. Evaluation was carried out through pre- and post-test instruments and practice observation sheets. The results showed a significant increase in knowledge, from an average of 82% before training to 100% after training. Practical observations also demonstrated mastery of technical skill with an "excellent" rating in application use, content creativity, and suitability for worship. The outcomes achieved included increased participant knowledge and skills, simple multimedia content products, forming a Church Multimedia Team, and drafting scientific articles. The impact of the activity can be analyzed from four dimensions: strengthening the church organization, increasing youth social participation, optimizing the use of multimedia technology, and academic contributions. Overall, this program is considered adequate and has the potential to be replicated in other churches or communities facing similar challenges</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Arius A Kambu, Fanny Kristin Tantyah Sitompul, Isma Shalihi Ahlia, Rasi Kasim Samosir, Anggrainy Togi Marito Siregar, Halomoan Hutajulu https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1082 Peningkatan Kualitas Produksi dan Pemasaran Jamu Gendong Rumahan Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Digital Marketing di Sirampog, Brebes 2025-11-22T13:17:43+00:00 Aditya Raharjo aptxraharjo@gmail.com Arinda Nur Cahyani aptxraharjo@gmail.com Meydy Fauziridwan aptxraharjo@gmail.com <p>Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha produsen jamu gendong rumahan “Kedawung” di Sirampog, Brebes melalui intervensi teknologi produksi dan pemasaran digital. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan pembuatan jamu, pendampingan desain kemasan, implementasi mesin pencuci rimpang, pengering herba, dan pemeras, serta pelatihan WhatsApp Business. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi waktu produksi sebesar 80% (dari 4-5 jam menjadi 1 jam), penurunan AKK menjadi 286 CFU/mL yang sesuai dengan standar BPOM RI (&lt;10³ CFU/mL), peningkatan pengetahuan peserta dari 71.07% menjadi 81.87%, dan terimplementasinya kemasan berlabel serta akun pemasaran digital. Untuk keberlanjutan, direkomendasikan pendampingan lanjutan untuk optimalisasi digital marketing, diversifikasi produk berbasis metode infusa, serta pengembangan sistem kontrol kualitas terstandar. Model intervensi holistik ini terbukti efektif dan dapat direplikasi untuk usaha mikro, kecil dan menengah sejenis</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Aditya Raharjo, Arinda Nur Cahyani, Meydy Fauziridwan https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1110 Pemberdayaan Kader Kesehatan dan Ibu Hamil dalam Deteksi serta Pencegahan Anemia di Desa Karang Duwak, Bangkalan 2025-12-02T03:37:12+00:00 Siti Anisak nisak@poltekkes-surabaya.ac.id Sri Wayanti sriwayanti667@gmail.com Deasy Irawati deasy@poltekkes-surabaya.ac.id <p>Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Pemberdayaan Kader Kesehatan dan Ibu Hamil dalam Deteksi dan Pencegahan Anemia' dilatarbelakangi oleh tingginya angka prevalensi anemia di kalangan ibu hamil di Desa Karang Duwak Bangkalan, yang merupakan salah satu desa binaan Poltekkes Kemenkes Surabaya. Rendahnya pengetahuan kader kesehatan dan ibu hamil tentang anemia mengakibatkan rendahnya kepatuhan dalam konsumsi tablet zat besi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan ibu hamil mengenai anemia serta memberikan pendampingan kepada kader dalam edukasi kepada ibu hamil. Metode pengabdian mencakup persiapan pelatihan, pelaksanaan pelatihan yang dimulai dengan pretest, pemberian materi, demonstrasi edukasi oleh pengabdi, simulasi edukasi oleh kader dan posttest. Tahapan selanjutnya adalah kegiatan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil oleh pengabdi dan dilanjutkan dengan pendampingan kader dalam edukasi kepada ibu hamil. Tapahan terakhir adalah inisiasi pembentukan grup komunikasi sebagai bentuk keberlanjutan program ini. Luaran kegiatan pengabdian ini meliputi peningkatan rata-rata pengetahuan kader kesehatan sebesar 33,31%, dari 53,35% menjadi 86,66% setelah mengikuti pelatihan. Pengetahuan ibu hamil tentang anemia juga mengalami peningkatan sebesar 26,66%. Hasil pemeriksaan kadar Hb menunjukkan bahwa 60% ibu hamil menderita anemia, dengan rincian 13,33% kategori sedang dan 46,67% kategori ringan. Temuan ini mendorong terbentuknya jejaring komunikasi antara kader kesehatan, ibu hamil dan tenaga kesehatan, sehingga tercipta sistem pendampingan yang lebih terstruktur. Hal tersebut mencerminkan keberhasilan program pengabdian dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat serta memperkuat upaya penanganan anemia pada ibu hamil.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Siti Anisak, Sri Wayanti, Deasy Irawati https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1129 Pelayanan Kesehatan Terpadu Untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Di Desa Bungbungan, Klungkung, Bali 2025-12-05T01:40:53+00:00 Ni Komang Ari Sawitri arisawitri@unud.ac.id Ni Luh Putu Eva Yanti evayanti.nlp@unud.ac.id Putu Ayu Emmy Savitri Karin emmykarin92@gmail.com Komang Menik Sri Krisnawati menie2008@gmail.com Nurul Maulidatil Hasanah nurulmaulidatil07@gmail.com <div> <p class="JT-KeyWord">Prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) semakin meningkat dan memerlukan membebani negara, masyarakat, keluarga dan individu. Penyakit Tidak Menular adalah penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dicegah, namun seringkali diabaikan, dan akhirnya kondisi sudah memburuk. Tindakan pencegahan dapat diawali dengan memahami tentang penyakit tidak menular dan penyebabnya, serta melakukan screening kesehatan agar dapat mengambil tindakan pencegahan lebih awal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga Desa Bungbungan akan penyakit tidak menular, dan melakukan screening keseahatan kepada warga. Metode kegiatan pengabdian adalah dengan memberikan edukasi kesehatan kepada warga mengenai manajemen hipertensi dan bahaya merokok, serta melakukan screening tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol dan asam urat. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah warga desa Bungbungan yang berusia di atas 18 tahun, dengan jumlah 78 orang. Hasil pemeriksaan kesehatan didapatkan warga yang hadir dalam pemeriksaan kesehatan sebagian besar wanita yaitu sebanyak 58%. Warga yang diperiksa sebagian besar mengalami peningkatan tekanan darah (63%), serta termasuk dalam kategori gemuk (49%) . Hasil pemeriksaan asam urat didapatkan sebagian besar memiliki kadar asam urat lebih dari batas normal (68%). Hasil pre test dan post test untuk penyuluhan didapatkan ada peningkatan pengetahuan warga tentang manajemen hipertensi dan bahaya merokok (dari rata-rata 67.38 menjadi 82.33). Perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin pada warga dan perlu diadakan program pencegahan penyakit tidak menular secara komprehensif untuk warga desa</p> </div> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ni Komang Ari Sawitri, Ni Luh Putu Eva Yanti, Putu Ayu Emmy Savitri Karin, Komang Menik Sri Krisnawati, Nurul Maulidatil Hasanah https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1130 Strategi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Dalam Mengatasi Literasi Digital Gender Gap Pada Ekosistem UMKM Perempuan di Pekanbaru 2025-12-05T01:47:15+00:00 Landes Yuanda landesyuanda1984@gmail.com Bobby Ferly bobby_ferly@stai-imsya.ac.id Febri Kusuma febkusuma86@gmail.com Surya Tegar Widjiantoro suryategarr@gmail.com <p>Kesenjangan gender digital (<em>digital gender gap</em>) masih menjadi tantangan yang signifikan bagi perempuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi untuk pengembangan usaha. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi teknologi perempuan di Pekanbaru melalui pendampingan berbasis <em>Community-Based Research</em> (CBR) dengan melibatkan beberapa instansi seperti TP-PKK sebagai <em>agent of change </em>yang berperan dalam mobilisasi, pendampingan komunitas, dan penguatan partisipasi perempuan, serta PLUT-KUMKM sebagai mitra penyedia layanan teknis, konsultasi usaha, dan pendampingan manajerial UMKM. Kegiatan dilaksanakan melalui delapan sesi pendampingan yang mencakup aspek peningkatan keterampilan digital (pemasaran media sosial, pengembangan IT, pembukuan digital, pembuatan katalog website) dan aspek tata kelola usaha (legalitas/kerja sama, SDM, kemasan produk). Selain itu, program ini berhasil memfasilitasi perbaikan kemasan produk dan pengurusan sertifikasi halal serta P-IRT. Meskipun menghadapi kendala rendahnya literasi digital awal, pendekatan melalui <em>coaching clinic</em> dan modul praktis terbukti efektif. Program ini mengukuhkan peran TP-PKK sebagai agen perubahan dalam memperkecil jurang digital dan memperkuat kapasitas ekonomi perempuan dalam ekosistem UMKM</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Landes Yuanda, Bobby Ferly, Febri Kusuma, Surya Tegar Widjiantoro https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1132 Optimalisasi Wakaf Uang untuk Kemandirian Ekonomi Pesantren melalui Edukasi Hukum dan Peningkatan Kapasitas Nadzir di Kalimantan Selatan 2025-12-09T10:33:49+00:00 Muhammad Arief Budiman muh.ariefbudiman91@gmail.com Muhammad Sauqi muhammadsauqi1992@gmail.com Lusiana uzie.beloez@gmail.com <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan wakaf uang sebagai instrumen penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui edukasi hukum wakaf dan peningkatan kapasitas nadzir di Kalimantan Selatan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Hotel Grand Qin Banjarbaru dengan melibatkan 30 peserta yang merupakan perwakilan pengurus pesantren dari Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Tanah Laut. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta pendampingan konseptual. Materi yang disampaikan meliputi fikih wakaf, regulasi perwakafan nasional, peran Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam penguatan legalitas dan profesionalisme nadzir, serta strategi pengelolaan wakaf uang secara produktif dan berkelanjutan untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai prinsip syariah dan aspek hukum wakaf uang, tata kelola nadzir, prosedur legalisasi wakaf uang, serta model-model pengembangan ekonomi pesantren berbasis wakaf produktif. Selain itu, peserta mampu merumuskan rencana tindak lanjut pengelolaan wakaf uang di pesantren masing-masing sebagai upaya mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas kelembagaan pesantren serta membangun ekosistem wakaf produktif di Kalimantan Selatan</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Arief Budiman, Muhammad Sauqi, Lusiana https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1137 Edukasi Partisipatif Berbasis Modul PEKA KAKI DIABETES untuk Meningkatkan Self-Awareness Pasien Diabetes Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lembang 2025-12-06T09:41:19+00:00 Kurnia Harli kurnia_harli@unsulbar.ac.id Irfan Irfan irfan@unsulbar.ac.id <p>Prevalensi Diabetes Mellitus (DM) terus meningkat secara global dan diikuti oleh tingginya risiko komplikasi kaki akibat rendahnya kesadaran diri pasien terhadap perawatan kaki mandiri. Kondisi serupa ditemukan pada pasien DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Lembang, Kabupaten Majene, di mana praktik perawatan diri masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan <em>self-awareness</em> dan perilaku perawatan kaki mandiri melalui pendekatan edukasi partisipatif berbasis modul PEKA KAKI DIABETES. Program dilaksanakan pada periode Juli–Oktober 2025 dengan melibatkan 25 partisipan yang terdiri dari 20 pasien DM tipe 2 dan 5 kader kesehatan komunitas. Intervensi dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan edukasi partisipatif, demonstrasi perawatan kaki, distribusi modul edukatif bergambar, dan pendampingan kader. Evaluasi efektivitas program menggunakan desain <em>pre–post test</em> dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dari 12,88 menjadi 14,32 (p = 0,009), sedangkan skor sikap meningkat secara absolut namun belum signifikan secara statistik dari 38,88 menjadi 41,32 (p = 0,330). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif berbasis modul berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan dan mendorong praktik perawatan kaki mandiri pasien diabetes. Program ini berpotensi diintegrasikan ke dalam edukasi rutin Posbindu PTM untuk memperkuat keberlanjutan praktik perawatan kaki berbasis komunitas</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Kurnia Harli, Irfan Irfan https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1158 Scale-Up Perilaku Sehat Remaja Melalui Penguatan Posyandu Remaja dan Peer Educator Terkait Germas, PTM, Imunisasi, dan Kesehatan Reproduksi 2025-12-09T10:38:24+00:00 Ismiati Ismiati ismiati@poltekkesbengkulu.ac.id Darwis Darwis darwis@poltekkesbengkulu.ac.id Dino Sumaryono dinosumaryono@poltekkesbengkulu.ac.id Reny Suryanti Renysuryanti@poltekkesbengkulu.ac.id <p>Rendahnya pengetahuan dan perilaku sehat remaja di Desa Sukasari terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), pencegahan penyakit tidak menular (PTM), imunisasi, dan kesehatan reproduksi dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi, rendahnya dukungan sosial, serta minimnya layanan kesehatan yang ramah remaja. Observasi awal menunjukkan bahwa 55,2% remaja belum pernah mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi dan hanya 21,6% yang pernah mengakses layanan kesehatan sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku sehat remaja melalui pemberdayaan peer educator (pendidik sebaya) dan pembentukan Posyandu Remaja dengan model Integrasi Layanan Primer (ILP). Pengabdian ini menggunakan desain pra-eksperimental (one group pretest–posttest) yang melibatkan 16 remaja di Desa Sukasari. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan kader remaja sebagai peer educator, serta pembentukan Posyandu Remaja sebagai wadah layanan promotif dan preventif yang terintegrasi. Terdapat peningkatan signifikan pada rerata skor pengetahuan remaja, dari 20,53 sebelum edukasi menjadi 25,90 setelah edukasi. Selain itu, terbentuk kader remaja yang aktif berperan sebagai agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada teman sebaya. Pendekatan pemberdayaan melalui peer educator dan Posyandu Remaja berbasis ILP efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan remaja, serta memiliki potensi besar untuk menjadi model promosi kesehatan yang berkelanjutan di Masyarakat</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ismiati Ismiati, Darwis Darwis, Dino Sumaryono, Reny Suryanti https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1169 Penguatan Posyandu Mandiri melalui Digitalisasi Manajemen dan Edukasi Kesehatan Berbasis Aplikasi POSELIA 2025-12-15T04:36:06+00:00 Malihah Ramadhani Rum malihahramadhanirum@gmail.com Risky Kusuma Hartono risky_kusuma@yahoo.com Fenni Valianda Amelia Ramadhan ramadhanamelia207@gmail.com <p>Masalah utama yang dihadapi Posyandu adalah penggunaan sistem pencatatan manual yang berisiko menyebabkan kehilangan data serta rendahnya literasi digital kader dalam pengelolaan layanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu melalui digitalisasi manajemen layanan dan edukasi kesehatan berbasis aplikasi POSELIA. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan program, implementasi, evaluasi, dan penyusunan rencana keberlanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada kader Posyandu di Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader mampu mengoperasikan aplikasi POSELIA secara mandiri untuk pencatatan, pelaporan, dan penyebaran edukasi kesehatan ibu dan anak. Evaluasi pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan rerata skor dari 13,375 pada pre-test menjadi 26,063 pada post-test (p &lt; 0,01). Selain itu, terjadi peningkatan tingkat keberdayaan mitra yang mencakup aspek manajemen layanan dan sosial kemasyarakatan dari level dasar menjadi level mandiri. Program ini direkomendasikan sebagai model penguatan Posyandu berbasis digital yang efektif dan berpotensi direplikasi di wilayah lain guna mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis masyarakat.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Malihah Ramadhani Rum, Risky Kusuma Hartono, Fenni Valianda Amelia Ramadhan https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1201 Pemberdayaan Komunitas melalui Pelatihan Pengolahan Keripik Pisang dan Singkong untuk Meningkatkan Pendapatan di Kampung Fafi 2026-01-25T06:46:19+00:00 Riskawati Riskawati riskawati@um-sorong.ac.id Ihsan Febriadi ihsanfebriadi84@gmail.com Zulkarnain Sangadji zulkarnain@um-sorong.ac.id Bertha Mangallo bertha.mangalo@gmail.com Ishak Musaad ishak.musaad@gmail.com Amilda Auri amilda.auri@gmail.com Kesya Ksawera Selaya keysa.unamin22@gmail.com Mersedes Fatie keysa.unamin22@gmail.com <p>Pelatihan pengolahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengelola potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Fafi dengan fokus pada pelatihan pembuatan keripik pisang dan singkong sebagai bentuk pemberdayaan komunitas dalam pengembangan usaha pangan lokal. Pelatihan dilakukan melalui pendekatan praktik langsung dan pendampingan teknis agar peserta mampu memproduksi produk yang berkualitas secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan produksi, yaitu dari 35% menjadi 90% untuk keripik pisang dan dari 25% menjadi 95% untuk keripik singkong. Pemahaman peserta terkait standar mutu pangan lokal juga meningkat dari kisaran 20–40% sebelum pelatihan menjadi 88–94% setelah pelatihan. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa metode pelatihan berbasis praktik sangat efektif dalam membangun keterampilan teknis masyarakat. Dalam pembahasan, hasil ini memperlihatkan bahwa kombinasi edukasi, demonstrasi, dan pendampingan intensif dapat mendorong masyarakat untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan produk olahan lokal yang berdaya saing. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan pemberdayaan dengan memperkuat kompetensi peserta dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi komunitas Lingkar Edukasi Kampung Fafi dalam membangun usaha pangan lokal yang berkelanjutan sebagai sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan unit usaha Keripik perlu diperkuat melalui pengorganisasian kelembagaan sederhana, pembagian peran produksi dan pemasaran, serta pendampingan lanjutan terkait perizinan usaha dan strategi pemasaran produk. Penguatan aspek keberlanjutan ini penting agar unit usaha yang terbentuk tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi mampu berkembang menjadi usaha mikro berbasis komunitas yang stabil dan berdaya saing. Dengan demikian, keripik diharapkan dapat berfungsi sebagai model usaha pangan lokal berbasis pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kampung Fafi secara berkelanjutan.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Riskawati Riskawati, Ihsan Febriadi, Zulkarnain Sangadji, Bertha Mangallo, Ishak Musaad, Amilda Auri, Keysa Worabay Mersedes Fati https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1203 Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Manajemen Diabetes Melitus Tipe 2 melalui Edukasi Interaktif Berbasis Quarter Card dan Skrining Berkala 2026-01-25T06:46:46+00:00 Aan Sutandi aan@binawan.ac.id Sondang Manurung sondangmanurung08@gmail.com Sri Ratnawati sri.ratnawati@binawan.ac.id Nurul Fikri aan@binawan.ac.id Anggiesta Junif Putri Cinta aan@binawan.ac.id <p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan dalam meningkatkan kemampuan pendampingan perawatan sehari-hari bagi pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) di tingkat komunitas . Program ini dilaksanakan di RW 05 Kelurahan Batu Ampar, Jakarta Timur, dengan melibatkan 20 kader kesehatan aktif melalui teknik total sampling. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan edukasi interaktif menggunakan media Quarter Card, pelatihan teknis skrining kesehatan (pemeriksaan tekanan darah dan glukosa darah), serta penguatan kemampuan regulasi emosi untuk mendukung pengelolaan penyakit secara holistik. Evaluasi dilakukan dengan mengukur pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan menggunakan instrumen baku Diabetes Knowledge Questionnaire-24 (DKQ-24) serta lembar observasi untuk menilai keterampilan teknis. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik (p &lt; 0,001) dengan ukuran efek yang sangat besar (Cohen’s d = 2,299). Sebelum intervensi, tidak ada kader yang masuk kategori 'baik', namun setelah pelatihan, 35% kader mencapai kategori 'baik', 55% kategori 'cukup', dan hanya 10% yang masih berada di kategori 'kurang'. Selain itu, kader menunjukkan peningkatan keterampilan praktis dalam melakukan skrining kesehatan secara mandiri serta peningkatan kepercayaan diri dalam mendampingi pasien. Program ini dapat meningkatkan kompetensi kader untuk deteksi dini dan edukasi DMT2. Disarankan adanya keberlanjutan program melalui pendampingan berkala oleh Puskesmas setempat untuk menjaga kualitas layanan kader di Masyarakat</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Aan Sutandi, Sondang Manurung, Sri Ratnawati, Nurul Fikri, Anggiesta Junif Putri Cinta https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1237 Penguatan Literasi Keuangan Hijau dan Implementasi Green Manufacturing melalui Teknologi Oven Pengering pada UKM Handmade di Bali 2026-02-05T14:05:48+00:00 Ni Putu Santi Suryantini santisuryantini@unud.ac.id I Wayan Edi Arsawan wayanediarsawan@pnb.ac.id I Nyoman Mahaendra Yasa mahaendrayasa@unud.ac.id Ni Luh Putri Frida Ayuni ayuni.2207521158@student.unud.ac.id Ni Kadek Anissa Pradnyadewi pradnyadewi.2207521144@student.unud.ac.id <p>Peningkatan industri menimbulkan dampak signifikan terhadap lingkungan. Disisi lain, seluruh negara menggalakkan penanganan limbah industri untuk mewujudkan SDGs. Kebijakan pemerintah dalam mewujudkan <em>green economy</em> dalam mendukung peningkatan industri dan penanganan dampak negatif terhadap lingkungan menjadi beban finansial bagi UKM. Pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan keuangan hijau serta implementasi <em>green manufacturing</em> dalam mendukung terwujudnya <em>green economy</em>. Hasil <em>preliminary study</em> menunjukkan UKM belum memiliki pengetahuan dan wawasan dalam pengajuan <em>green finance</em>. Pengabdian dilaksanakan untuk mengatasi masalah UKM dengan memfokuskan pada dua konsep yaitu, pertama, edukasi bagi UKM dalam persiapan pengajuan <em>green finance</em>. Kedua, penerapan proses produksi ramah lingkungan. Sesuai dengan identifikasi masalah dari Mitra Sasaran UKM Handmade (TSDC Store), PKM dilaksanakan dengan dua metode kegiatan, pertama, pelatihan persiapan pengajuan <em>green finance </em>bagi UKM Handmade BLH. Kedua, memberikan pendampingan penerapan teknologi inovasi ramah lingkungan berupa oven pengering bagi Mitra Sasaran. Pelatihan diikuti 135 UKM Handmade Asosiasi BLH. Hasil kegiatan PKM memberikan implikasi pada perbaikan aspek manajemen yaitu terpenuhinya profil usaha untuk pengajuan <em>green finance</em>, serta adanya peningkatan aspek produksi yaitu peningkatan kualitas, efisiensi (<em>reuse</em> limbah menjadi bahan bakar)dalam mendukung <em>green economy</em>. Pelaksanaan PKM ini diharapkan berkontribusi dalam pencapaian SDGs (goals 8,9,12,13) dan Asta cita (3,5,6).</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ni Putu Santi Suryantini, I Wayan Edi Arsawan, I Nyoman Mahaendra Yasa, Ni Luh Putri Frida Ayuni, Ni Kadek Anissa Pradnyadewi https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1251 Peran Strategis Relawan Apoteker Kementerian Kesehatan pada Kondisi Tanggap Darurat Bencana Banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh 2026-01-29T09:04:43+00:00 Fajriansyah Fajriansyah fajriansyah.fajrin@yahoo.com Abdul Samad Ratuloly samadrl0810@gmail.com Praditya Ananda Riyanto praditya.a.r10@gmail.com Muhammad Rezki Rachman mhmmdrezkirac@gmail.com Fatima Zalamatul Inzany fzalamatulinzany@gmail.com Ayu Amelia ayuamelia114@gmail.com Nur Annisa nurannisa456@gmail.com <p>Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang berdampak signifikan terhadap sistem pelayanan kesehatan, termasuk terganggunya ketersediaan obat dan penggunaan obat yang rasional pada masyarakat terdampak. Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana banjir di akhir November 2025. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengoptimalkan peran relawan apoteker Kementerian Kesehatan dalam penanggulangan banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan pelayanan langsung pada masa tanggap darurat, meliputi koordinasi lintas sektor, identifikasi kebutuhan, pengelolaan sediaan farmasi, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), alat kesehatan, pelayanan farmasi klinik, serta monitoring dan pelaporan. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 di Gudang Farmasi Bencana Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya dan posko kesehatan wilayah terdampak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan relawan apoteker berkontribusi dalam menjaga ketersediaan obat esensial, meningkatkan ketertiban pengelolaan logistik kefarmasian, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional dan aman, khususnya pada kelompok rentan dan pasien penyakit kronis. Kegiatan ini juga memperkuat koordinasi lintas profesi dalam sistem penanggulangan bencana kesehatan daerah. Dapat disimpulkan bahwa relawan apoteker memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan bencana, baik dari aspek logistik kefarmasian maupun pelayanan farmasi klinik. Penguatan kebijakan dan kapasitas apoteker bencana diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas penanggulangan bencana di masa mendatang.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fajriansyah Fajriansyah, Abdul Samad Ratuloly, Praditya Ananda Riyanto, Muhammad Rezki Rachman, Fatima Zalamatul Inzany, Ayu Amelia, Nur Annisa https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1254 Socialization and Counseling of Using Social Media for Marketing Salted Fish at Palembang Salted Fish Center (Siabang) 2026-03-12T03:27:06+00:00 Erni Purbiyanti erni.purbiyanti@fp.unsri.ac.id Utan Sahiro Ritonga utanritonga@fp.unsri.ac.id Susi Lestari susilestari_thi@unsri.ac.id <p>This community service activity aims to empower salted fish artisans at the Palembang Salted Fish Center (SIABANG) by providing outreach and training on the use of social media as a marketing tool for their products. The activity focused on basic digital marketing, including techniques for utilizing Facebook as a promotional platform, creating engaging content, using hashtags, scheduling posts, and implementing AI-based technology to support marketing efforts. This activity was implemented using an Asset-Based Communities Development (ABCD) approach that emphasizes identifying and strengthening the artisan community's existing assets. The effectiveness of the activity was measured through a pre- and post-test using five knowledge indicators: posting time, content types and elements, hashtag use, content schedule planning, and the use of AI applications. Evaluation results showed that participants' understanding improved across all indicators, particularly regarding the use of AI technology for narrative creation and marketing content, which increased from 8 to 11 participants who answered correctly. However, several challenges remained related to the use of social media analytics and more effective content planning. Nevertheless, this training had a positive impact, enabling artisans to reduce their dependence on middlemen and market their salted fish products independently through social media</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Erni Purbiyanti, Utan Sahiro Ritonga, Susi Lestari https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1268 Pemberdayaan Kader Desa Kabasiran melalui Hidroponik untuk Kemandirian Pangan dan Pencegahan Stunting 2026-02-04T05:05:55+00:00 Harna Harna harna@esaunggul.ac.id Andi Muh Asrul Irawan asrul.irawan@uai.ac.id <p>Desa Kabasiran menghadapi tantangan berkurangnya lahan pertanian akibat transisi menjadi kawasan pemukiman padat, yang meningkatkan ketergantungan warga pada suplai pangan luar. Kegiatan ini bertujuan membekali 13 kader desa dengan keterampilan teknis hidroponik guna memaksimalkan lahan sempit secara produktif dan mandiri. Menggunakan metode <em>Community Development</em> partisipatif, kegiatan ini dilaksanakan selama dua bulan melalui empat tahapan utama: koordinasi, edukasi materi, praktik perakitan instalasi, serta pendampingan budidaya hingga panen. Materi pelatihan mencakup manajemen nutrisi, teknik penyemaian pada <em>rockwool</em>, hingga kontrol kualitas air. Evaluasi dilakukan melalui <em>Pre-test</em> dan <em>Post-test</em> yang bertujuan untuk mengukur peningkatan pemahaman kader sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan kader yang signifikan dari 47% menjadi 93%. Secara fisik, lahan 3x3 meter yang semula tidak produktif berhasil dioptimalkan menjadi 225 lubang tanam sayuran hijau. Kader kini mampu mengelola nutrisi AB Mix secara mandiri dengan menjaga parameter pH dan EC sesuai kebutuhan tanaman. Dampak sosial nyata terlihat dari distribusi hasil panen kepada ibu hamil dan balita sebagai upaya mendukung pencegahan stunting dan perbaikan gizi masyarakat setempat. Program ini merekomendasikan pendampingan berkelanjutan untuk menjamin kemandirian pangan tingkat rumah tangga yang sehat dan hemat biaya.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Harna Harna, Andi Muh Asrul Irawan https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1274 Pemberdayaan Lansia melalui Program NUCLEUS: Analisis Persepsi Kesehatan Mental dan Psikososial Lansia 2026-02-18T01:45:08+00:00 Ni Made Ananda Radha Rani Rani raderadea8822@gmail.com Kadek Eka Swedarma raderadea8822@gmail.com I Gusti Ayu Sri Andarini raderadea8822@gmail.com <p>Meningkatnya populasi lansia di Indonesia, khususnya di Bali yang telah memasuki fase ageing population, membawa tantangan signifikan terkait kerentanan kesehatan mental. Lansia di wilayah perdesaan sering kali mengalami hambatan akses terhadap layanan kesehatan jiwa dan dukungan psikososial yang memadai. Program Nursing Udayana Caring People Around Us (NUCLEUS) dilaksanakan untuk menganalisis persepsi kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis lansia di Desa Kukuh, Kabupaten Tabanan, melalui pendekatan keperawatan komunitas. Kegiatan ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain eksplanatori sekuensial. Tahap awal melibatkan skrining kuantitatif terhadap 57 lansia menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS-15) dan skala kesejahteraan psikologis berbasis Likert (20 butir). Intervensi yang diberikan meliputi edukasi kesehatan mental, pemeriksaan fisik, dan bantuan sosial. Evaluasi kualitatif dilakukan empat bulan pasca-program melalui wawancara mendalam terhadap lima lansia untuk mengeksplorasi perubahan persepsi mereka. Data kuantitatif menunjukkan bahwa mayoritas lansia mengalami depresi ringan (56,1%) hingga sedang (36,8%), namun secara paradoks memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang sangat tinggi (61,4%) dan tinggi (38,6%). Temuan kualitatif mengonfirmasi bahwa program ini berhasil meningkatkan kepuasan hidup, semangat menjalani aktivitas harian, kemampuan pengelolaan emosi, serta memperkuat hubungan sosial dan penerimaan diri. Program NUCLEUS terbukti efektif sebagai model intervensi komunitas yang holistik dalam menjaga keseimbangan psikologis lansia serta berpotensi mencegah progresivitas depresi melalui penguatan dukungan sosial dan pemberdayaan</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ni Made Ananda Radha Rani Rani, Kadek Eka Swedarma, I Gusti Ayu Sri Andarini https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1021 WAGAS ANEMIA: Inovasi Berbasis Komunitas & Teknologi untuk Remaja Putri Bebas Anemia di Desa Sungai Durait Hulu 2025-10-31T03:02:50+00:00 Andini Octaviana Putri andinioctavianaputri@ulm.ac.id Neka Erlyani neka.erlyani@ulm.ac.id Anggun Wulandari anggunwd2078@gmail.com Fauzie Rahman fauzie21@ulm.ac.id Nur Laily nur.laily@ulm.ac.id Lia Anggraini lia.anggraini@ulm.ac.id Hadiannor Hadiannor hadiannor@gmail.com Muhammad Andrian Agusetiawan mhmmdandrian21@gmail.com Ahmad Navijay 2210912210034@mhs.ulm.ac.id Lisa Salsa Billa 2210912120009@mhs.ulm.ac.id <p>Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang serius karena dapat menurunkan fungsi kognitif, produktivitas, serta meningkatkan risiko komplikasi reproduksi. Remaja putri rentan terhadap anemia akibat kehilangan zat besi selama menstruasi dan rendahnya pengetahuan tentang pentingnya zat besi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program WAGAS ANEMIA, inovasi berbasis komunitas dan teknologi, dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan anemia pada remaja putri di Desa Sungai Durait Hulu, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode yang digunakan adalah program pengabdian masyarakat dengan pendekatan interaktif meliputi penyuluhan, video edukasi, diskusi kelompok, serta pendampingan sebaya (<em>peer educator</em>) untuk mendampingi konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Sebanyak 49 remaja putri mengikuti kegiatan ini. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> dan dianalisis dengan uji Wilcoxon serta korelasi Spearman untuk variabel demografis usia dan pendidikan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah penyuluhan, dari 65,3% menjadi 93,9% kategori baik, dengan nilai Z = -3,455 dan p = 0,001 (p &lt; 0,05). Analisis korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara perubahan pengetahuan dengan usia (ρ = -0,043; p = 0,768) maupun pendidikan (ρ = -0,055; p = 0,701). Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas penyuluhan lebih ditentukan oleh kualitas materi, metode penyampaian, dan keterlibatan peserta daripada faktor demografis. Program WAGAS ANEMIA efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia. Strategi edukatif berbasis komunitas dan teknologi, disertai <em>peer educator</em> dan monitoring, menjadi pendekatan yang dapat direplikasi untuk menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri di wilayah pedesaan.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Andini Octaviana Putri, Neka Erlyani, Anggun Wulandari, Fauzie Rahman, Nur Laily, Lia Anggraini, Hadiannor Hadiannor, Muhammad Andrian Agusetiawan, Ahmad Navijay, Lisa Salsa Billa https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1290 Peningkatan Kompetensi Guru PAUD Dalam Pengolahan Data Antropometri Anak Berbasis Z-Score Di PKG Kartini, Kecamatan Langke Rembong 2026-02-18T09:27:31+00:00 Gery Adam gervasiusadam1983@gmail.com Stefanus Divan gervasiusadam1983@gmail.com Emilia Gracia Mega Taran gervasiusadam1983@gmail.com <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kompetensi guru PAUD dalam mengolah dan menafsirkan data antropometri anak secara akurat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam pengukuran, pengolahan, dan interpretasi data antropometri anak menggunakan rumus Z-Score berdasarkan Standar Pertumbuhan Anak WHO. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan terstruktur yang mengintegrasikan teori dan praktik, pelatihan pengolahan data untuk indeks BB/U, TB/U, BB/TB (BB/PB), dan IMT/U, serta pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui desain pretest–posttest dan lembar observasi keterampilan. Sasaran kegiatan adalah 30 guru PAUD dari 15 satuan pendidikan di Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Kartini Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan efektif meningkatkan kompetensi guru. Proporsi peserta dengan kategori kompetensi tinggi meningkat dari 19% menjadi 90%, sedangkan kategori rendah menurun dari 81% menjadi 10%. Peningkatan juga terjadi pada pemahaman konsep (55% menjadi 100%), keterampilan pengukuran (60% menjadi 93%), serta pengolahan data BB/U dan TB/U (0% menjadi 90%), BB/TB (0% menjadi 87%), dan IMT/U (0% menjadi 80%). Pelatihan berbasis praktik terbukti efektif meningkatkan kemampuan guru serta menurunkan potensi salah klasifikasi. Kegiatan lanjutan direkomendasikan melalui supervisi berkala, media bantu, dan penguatan jejaring rujukan</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Gery Adam, Stefanus Divan, Emilia Gracia Mega Taran https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1322 Penguatan Kapasitas Petani Padi melalui Penerapan Teknologi Sederhana Climate Smart Agriculture pada Lahan Rawa Lebak di Desa Pelabuhan Dalam 2026-03-12T03:23:46+00:00 Muhammad Yamin yamin@unsri.ac.id Yulia Sari yuliasari@fp.unsri.ac.id Meitry Firdha Tafarini meitrytafarini@fp.unsri.ac.id Trisna Wahyu Swasdiningrum Putri trisnawahyup@fp.unsri.ac.id Vita Anggraini vitaaanggraini27@gmail.com <p>Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani padi di Desa Pelabuhan Dalam dalam menerapkan teknologi sederhana Climate Smart Agriculture (CSA) pada lahan rawa lebak yang rentan terhadap variabilitas iklim. Melalui sosialisasi, pelatihan teknis, dan demplot, petani diperkenalkan pada benih tahan cekaman, kalender tanam berbasis cuaca, serta pemupukan organik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 30,4%. Demplot CSA memperlihatkan pertumbuhan padi yang lebih vigor, seragam, dan tahan genangan dibandingkan metode konvensional, didukung tingkat partisipasi petani yang mencapai lebih dari 85%. Program ini terbukti memperkuat kapasitas adaptasi petani terhadap perubahan iklim dan mendorong adopsi awal CSA, serta berpotensi berkelanjutan melalui dukungan penyuluh dan integrasi kalender tanam berbasis cuaca ke dalam perencanaan pertanian desa</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Yamin, Yulia Sari, Meitry Firdha Tafarini, Trisna Wahyu Swasdiningrum Putri, Vita Anggraini https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1346 Pencegahan dan Penanggulangan Kecacingan Melalui Kolaborasi Lintas Sektor di Sekolah Dasar 2026-03-27T15:07:42+00:00 Demsa Simbolon demsa@poltekkesbengkulu.ac.id Yenni Okfrianti yenni_okfrianti@poltekkesbengkulu.ac.id Deri Kermelita deri_kermelita@poltekkesbengkulu.ac.id Darwis Darwis darwis@poltekkesbengkulu.ac.id Leli Mulyati leli_mulyati@poltekkesbengkulu.ac.id Rustam Aji Rochmat adjieroestamadjie@gmail.com Nur Elly nur_elly@poltekkesbengkulu.ac.id Sahidan Sahidan sahidan@poltekkesbengkulu.ac.id <p>Infeksi kecacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada anak usia sekolah, terutama di wilayah dengan sanitasi yang belum memadai. Meskipun program pemberian obat pencegahan massal (POPM) telah dilaksanakan dengan cakupan tinggi, kasus kecacingan masih ditemukan, menunjukkan adanya kesenjangan pada aspek perilaku dan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini, pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan kecacingan di SD 86 Tanjung Beringin, Kabupaten Rejang Lebong. Metode yang digunakan adalah intervensi terintegrasi berbasis sekolah dengan melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, pemerintah daerah, dan institusi akademik. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 dan meliputi koordinasi dan advokasi lintas sektor, skrining kecacingan melalui pemeriksaan feses, pemeriksaan kadar hemoglobin, pengukuran status gizi (antropometri dan LILA), pemberian obat cacing, edukasi PHBS, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan prevalensi kecacingan sebesar 36,6% pada siswa, disertai masalah gizi berupa gizi kurang (26,4%), stunting (19,1%), dan anemia (6,4%). Skrining berhasil mengidentifikasi siswa berisiko yang memerlukan tindak lanjut. Selain itu, terjadi penguatan kapasitas guru dan UKS dalam edukasi kesehatan serta peningkatan komitmen lintas sektor dalam mendukung perbaikan sanitasi dan keberlanjutan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan terpadu berbasis sekolah yang mengombinasikan deteksi dini, edukasi, dan advokasi lintas sektor berpotensi meningkatkan efektivitas pencegahan kecacingan dalam mendukung pencapaian target Kabupaten Rejang Lebong Zero Kecacingan</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Demsa Simbolon, Yenni Okfrianti, Deri Kermelita, Darwis Darwis, Leli Mulyati, Rustam Aji Rochmat, Nur Elly, Sahidan Sahidan https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1266 Advokasi Desa Ramah Pelayanan Publik: Kolaborasi untuk Transformasi Pelayanan Publik yang Inklusif 2026-02-10T09:36:55+00:00 Rike Anggun Artisa rikeanggunartisa@poltek.stialanbandung.ac.id Rofi’ Ramadhona Iyoega rofi.iyoega@poltek.stialanbandung.ac.id Cintantya Andhita Dara Kirana dara@poltek.stialanbandung.ac.id Deni Fauzi Ramdani deni.fauzi@poltek.stialanbandung.ac.id <p>Pelayanan publik yang inklusif di tingkat desa merupakan prasyarat penting untuk mewujudkan keadilan sosial. Program Desa Ramah Pelayanan Publik hadir sebagai bentuk advokasi kolaboratif antara Politeknik STIA LAN Bandung, Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, dengan fokus pada peningkatan kapasitas aparatur desa dalam menghadirkan layanan yang bebas dari diskriminasi dan maladministrasi. Menggunakan pendekatan advokasi kebijakan model Sharma, program ini dilaksanakan di Kabupaten Karawang sebagai wilayah percontohan melalui enam tahapan strategis, mulai dari identifikasi masalah, pembentukan jejaring inti, pemilihan isu strategis, perumusan strategi, pelaksanaan kegiatan inti, hingga evaluasi awal. Intervensi yang dilakukan mencakup deklarasi komitmen desa ramah pelayanan publik, sosialisasi prinsip-prinsip layanan, penyelenggaraan layanan bersama, dan rembug warga, dengan melibatkan pemerintah daerah, aparatur desa, masyarakat, serta media massa. Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan komitmen aparatur desa terhadap prinsip pelayanan publik yang inklusif, yang teridentifikasi dari partisipasi aktif dalam sesi sosialisasi dan kesediaan kepala desa menandatangani deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen awal. Temuan lapangan juga menunjukkan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor pendukung utama pelaksanaan program, sedangkan koordinasi antaraktor dan belum tersedianya instrumen evaluasi yang terstandar masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, tindak lanjut diarahkan pada penguatan kapasitas desa, penyusunan instrumen penilaian Desa Ramah Pelayanan Publik, dan advokasi kebijakan agar inisiatif ini memperoleh payung hukum di tingkat provinsi.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Rike Anggun Artisa, Rofi’ Ramadhona Iyoega, Cintantya Andhita Dara Kirana, Deni Fauzi Ramdani https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1297 Pendekatan Partisipatif dalam Kegiatan Edukasi PHBS sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Siswa Sekolah Dasar di Desa Tegalgirang 2026-04-18T02:22:43+00:00 Hilmiana Hilmiana hilmiana@unpad.ac.id Gracia Johanna Lumbanraja gracia23002@mail.unpad.ac.id Almira Sophia Mareva almira22002@mail.unpad.ac.id Muhammad Rafi Izzaddin muhammad23192@mail.unpad.ac.id Valentina Febri Dahlianingsih valentina23001@mail.unpad.ac.id Septyo Azhar septyo23001@mail.unpad.ac.id Yasmine Ulayya Dhiya Iskandar yasmine23001@mail.unpad.ac.id Reyhan Halimudrikah Islam halimudrikah@gmail.com Devi Alviani devi22006@mail.unpad.ac.id <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan cuci tangan pakai sabun (CTPS), keterampilan menyikat gigi yang benar, serta penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada siswa sekolah dasar di Desa Tegalgirang, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Januari 2026 di SD Negeri 1 Tegalgirang dan 24 Januari 2026 di SD Negeri 2 Tegalgirang dengan melibatkan 357 siswa kelas 1–6. Metode yang digunakan adalah intervensi edukatif promotif–preventif berbasis partisipatif melalui kombinasi edukasi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, dan peer teaching. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest berbasis observasi dengan instrumen checklist keterampilan yang diisi oleh mahasiswa KKN dan tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan yang signifikan. Pada intervensi CTPS (n = 337 siswa hadir), proporsi siswa yang mampu meningkat dari 35,0% pada pretest menjadi 84,6% pada posttest. Sementara itu, pada intervensi menyikat gigi di SD Negeri 2 Tegalgirang (n = 168 siswa hadir), keterampilan siswa meningkat dari 34,5% menjadi 82,7%. Perbedaan capaian juga terlihat antar jenjang kelas, di mana siswa kelas 3–6 menunjukkan hasil lebih tinggi dibanding kelas 1–2. Meskipun demikian, masih terdapat sekitar 15–17% siswa yang belum mampu mempraktikkan keterampilan secara optimal.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Hilmiana Hilmiana, Gracia Johanna Lumbanraja, Almira Sophia Mareva, Muhammad Rafi Izzaddin, Valentina Febri Dahlianingsih, Septyo Azhar, Yasmine Ulayya Dhiya Iskandar, Reyhan Halimudrikah Islam, Devi Alviani https://journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/1356 Kerangka Kerja Untuk Menguatkan Literasi Keagamaan Siswa Muslim Minoritas SMA Berbasis Harmoni Budaya Daerah Toraja Utara 2026-03-27T15:08:39+00:00 Edhy Rustan edhy_rustan@uinpalopo.ac.id Hisban Thaha hisban.thaha@uinpalopo.ac.id Ahmad Nouruzzaman ahmadnouruzzaman@uinpalopo.ac.id <p>Literasi agama merupakan bagian dari literasi budaya. Kuatnya adat istiadat dan budaya daerah di Toraja Utara berdampak pada literasi agama siswa Muslim. Oleh karena itu diperlukan upaya penguatan literasi agama melalui pendampingan dengan metode service learning. Dosen, mahasiswa tutor, dan pihak sekolah bersama-sama terlibat dalam kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler. Subjek dampingan yaitu seluruh siswa muslim SMA Toraja Utara. Adapun pihak yang terlibat dalam pengabdian yaitu dosen pendamping, mahasiswa tutor, dinas pendidikan, kepala sekolah, dan guru PAI. Pelaksanaan pendampingan melalui 3 tahapan yakni persiapan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi. Berdasarkan hasil social mapping diperoleh bahwa rendahnya literasi agama siswa dipengaruhi oleh tingginya pergaulan bebas, banyaknya pernikahan beda agama dan kuatnya budaya lokal. Pendampingan literasi agama yang diberikan kepada siswa dilakukan melalui kegiatan intrakulikuler dan kokurikuler. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan rerata literasi keagamaan pada siswa dari 67,56 menjadi 87,44. Kegiatan pendampingan literasi keagamaan perlu diterapkan secara berkesinambungan dari seluruh pihak terkait untuk meningkatkan literasi agama siswa.</p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Edhy Rustan, Hisban Thaha, Ahmad Nouruzzaman