Pelatihan Pemeriksaan Gula Darah dan Evaluasi Pengetahuan Kader Kesehatan di Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang

Blood Glucose Testing Training and Knowledge Assessment among Community Health Cadres in Cimalaka District Sumedang Regency

https://doi.org/10.56303/jppmi.v5i2.1664

Authors

  • Dewi Dolifah Program Studi Keperawatan, Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia
  • Popi Sopiah Program Studi Keperawatan, Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia
  • Popon Haryeti Program Studi Keperawatan, Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia
  • Intan Apriliani Program Studi Keperawatan, Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia
  • Mariam Maysela Program Studi Keperawatan, Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia
  • Putri Eka Wulandari Program Studi Keperawatan, Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia
  • Khoerunnisa Khoerunnisa Program Studi Keperawatan, Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia
  • Putri Amanda Sofyan Program Studi Keperawatan, Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang, Indonesia

Keywords:

Kader Kesehatan, Diabetes Melitus, Pemeriksaan Gula Darah, Glukometer, Pelatihan

Abstract

Skrining diabetes berbasis masyarakat memerlukan kader kesehatan yang memahami pemeriksaan gula darah dan perannya dalam tindak lanjut pelayanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyelenggarakan pelatihan pemeriksaan gula darah berbasis kebutuhan serta mengevaluasi perubahan skor pengetahuan kader kesehatan penyakit tidak menular di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Analisis kebutuhan dilakukan pada Desember 2025 terhadap 52 kader di 14 desa. Pelatihan dilaksanakan pada 9 Mei 2026 di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang dan diikuti oleh 36 kader. Kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi glukometer, praktik terbimbing, dan simulasi edukasi. Evaluasi dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan ringkasan skor pre-test dan post-test pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 75,0% kader belum memiliki glukometer, 17,3% belum mampu menggunakan glukometer, 78,8% memilih materi penggunaan glukometer dan interpretasi hasil, serta 92,3% memilih praktik langsung. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 95,14 menjadi 99,44, dengan selisih 4,30 poin. Nilai minimum meningkat dari 80 menjadi 95, sedangkan nilai maksimum tetap 100. Praktik dan simulasi terlaksana dengan pendampingan fasilitator, tetapi tidak tersedia hasil penilaian keterampilan terstruktur. Pelatihan menunjukkan peningkatan skor pengetahuan segera setelah kegiatan. Kompetensi pemeriksaan secara mandiri, penerapan berkelanjutan, dan keberhasilan deteksi kasus diabetes memerlukan evaluasi lanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Diabetes Association Professional Practice Committee for Diabetes. (2026). 2. Diagnosis and classification of diabetes: Standards of Care in Diabetes—2026. Diabetes Care, 49(Suppl. 1), S27–S49. https://doi.org/10.2337/dc26-S002

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dalam angka. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5539/

International Diabetes Federation. (2025). IDF Diabetes Atlas (11th ed.). International Diabetes Federation. https://diabetesatlas.org/

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Petunjuk teknis pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (Posbindu PTM). Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. https://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/2016/10/Petunjuk-Teknis-Pos-Pembinaan-Terpadu-Penyakit-Tidak-Menular-POSBINDU-PTM-2013.pdf

Morris, T. H. (2020). Experiential learning – a systematic review and revision of Kolb’s model. Interactive Learning Environments, 28(8), 1064–1077. https://doi.org/10.1080/10494820.2019.1570279

Pleus, S., Jendrike, N., Baumstark, A., Mende, J., Wehrstedt, S., Haug, C., & Freckmann, G. (2024). Evaluation of system accuracy, precision, hematocrit influence, and user performance of two blood glucose monitoring systems based on ISO 15197:2013/EN ISO 15197:2015. Diabetes Therapy, 15(2), 447–459. https://doi.org/10.1007/s13300-023-01517-y

Sawitri, N. K. A., Yanti, N. L. P. E., Karin, P. A. E. S., Krisnawati, K. M. S., & Hasanah, N. M. (2026). Pelayanan kesehatan terpadu untuk mencegah penyakit tidak menular pada masyarakat di Desa Bungbungan, Klungkung, Bali. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 5(1), 308–314. https://doi.org/10.56303/jppmi.v5i1.1129

Sutandi, A., Manurung, S., Ratnawati, S., Fikri, N., & Cinta, A. J. P. (2026). Pemberdayaan kader kesehatan dalam manajemen diabetes melitus tipe 2 melalui edukasi interaktif berbasis Quarter Card dan skrining berkala. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 5(1), 376–384. https://doi.org/10.56303/jppmi.v5i1.1203

Wahyuni, E. S., Chelsea, M., & Ramadhani, K. D. (2025). Peningkatan kompetensi kader kesehatan dalam pencegahan ulkus diabetikum melalui edukasi partisipasif dan simulasi di Suruh Kalang. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 4(2), 236–243. https://doi.org/10.56303/jppmi.v4i2.630

World Health Organization. (2018). WHO guideline on health policy and system support to optimize community health worker programmes. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789241550369

pelatihan

Published

2026-11-01

How to Cite

Dolifah, D., Sopiah, P. ., Haryeti, P. ., Apriliani, I. ., Maysela, M. ., Wulandari, P. E. ., Khoerunnisa, K., & Sofyan, P. A. . (2026). Pelatihan Pemeriksaan Gula Darah dan Evaluasi Pengetahuan Kader Kesehatan di Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang: Blood Glucose Testing Training and Knowledge Assessment among Community Health Cadres in Cimalaka District Sumedang Regency. Jurnal Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 5(2), 964–970. https://doi.org/10.56303/jppmi.v5i2.1664

Issue

Section

Articles