Pelatihan dan Pendampingan Kader Kesehatan dalam Penanganan Masalah Psikososial Lansia dengan Diabetes Melitus dan Hipertensi di Kelurahan Kalumata Kota Ternate
Training and Mentoring of Health Cadres in Addressing Psychosocial Problems Among Older Adults with Diabetes Mellitus and Hypertension in Kalumata Village, Ternate City
Keywords:
Diabetes Melitus, Hipertensi, Kader Kesehatan, Lansia, Masalah PsikososialAbstract
Hipertensi dan diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di Kelurahan Kalumata, Kota Ternate. Tingginya kasus tersebut diperburuk oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam menangani masalah psikososial yang dialami lansia penderita kedua penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam penanganan masalah psikososial lansia dengan diabetes melitus dan hipertensi melalui pelatihan dan pendampingan. Metode yang digunakan adalah pelatihan selama dua hari dengan ceramah, diskusi, dan demonstrasi, dilanjutkan pendampingan posyandu lansia sebanyak tiga kali di Kelurahan Kalumata dari bulan April hingga November 2024. Kegiatan melibatkan 25 kader kesehatan sebagai peserta pelatihan dan 60 lansia terdaftar sebagai sasaran pendampingan di wilayah kerja Puskesmas Kalumata; sebanyak 20–30 lansia hadir pada setiap sesi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang signifikan dari rerata pre-test 9,40 menjadi 10,12 pada post-test (uji t berpasangan: t = 2,42; p = 0,023). Hasil observasi menggunakan lembar checklist keterampilan menunjukkan bahwa 20 dari 25 kader (80,0%) terampil melakukan pengukuran tekanan darah, 16 kader (64,0%) terampil melakukan pemeriksaan gula darah, dan 20 kader (80,0%) terampil melakukan skrining psikososial sederhana sesuai SOP. Pada pendampingan posyandu, sekitar 30% lansia (18 dari 60 orang) teridentifikasi memiliki kadar gula darah sewaktu >200 mg/dl dan 10 lansia (16,7%) teridentifikasi mengalami masalah psikososial, yang ditindaklanjuti melalui edukasi dan arahan pemeriksaan lanjutan sesuai temuan. Keluhan psikososial yang paling banyak ditemukan adalah kecemasan (50,0%) dan kurangnya dukungan keluarga (45,0%). Disarankan agar program pelatihan kader kesehatan terkait masalah psikososial lansia dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor
Downloads
References
Arini, A. A., Subagiyo, F. G., Ahmilu, T., Rahmawati, I., Katodhia, L., & Wulandari, S. D. (2017). Psikoedukasi sebagai upaya peningkatan kesadaran masyarakat tentang gangguan jiwa dan penanganan orang dengan gangguan jiwa. Publikasi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.
Kemenkes RI. (2023a). Panduan pengelolaan posyandu bidang kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. (2023b). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Lee, H. S., & Hong, S. A. (2017). Convergence effect factors of hypertension and diabetes mellitus on depression and suicidal impulse. Journal of the Korea Convergence Society, 8(1), 123–129. https://doi.org/10.15207/JKCS.2017.8.1.123
Lusiana, L., Hamel, R., & Astuti, D. (2019). Tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Jambura Health and Sport Journal, 1(1), 1–8.
Mandagi, A. M., Ulfa, I. F., Prayogi, A. R. Y., Pratama, R. A., Adnin, A. B. A., Aisyiyah, F. A. N., & Katmawanti, S. (2022). Analisis status depresi sebagai faktor penyebab hipertensi berbasis gender di Indonesia (Studi Indonesian Family Life Survey 5). Preventia: The Indonesian Journal of Public Health, 7(1), 14–19.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
PERKENI. (2021). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia 2021. PB Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.
Puskesmas Kalumata. (2023). Data kasus hipertensi dan diabetes melitus wilayah kerja Puskesmas Kalumata tahun 2022–2023. Dinas Kesehatan Kota Ternate.
Riskesdas. (2018). Riset Kesehatan Dasar 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Russell, D. W. (1996). UCLA Loneliness Scale (Version 3): Reliability, validity, and factor structure. Journal of Personality Assessment, 66(1), 20–40. https://doi.org/10.1207/s15327752jpa6601_2
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2011). Health psychology: Biopsychosocial interactions (7th ed.). John Wiley & Sons.
Spitzer, R. L., Kroenke, K., Williams, J. B. W., & Löwe, B. (2006). A brief measure for assessing generalized anxiety disorder: The GAD-7. Archives of Internal Medicine, 166(10), 1092–1097. https://doi.org/10.1001/archinte.166.10.1092
WHO. (2023). Global report on hypertension: The race against a silent killer. World Health Organization.
Widiani, E., Hidayah, N., & Pujiastuti, N. (2026). Peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini masalah psikososial pada penderita hipertensi dan diabetes melitus. Abdimas Galuh, 8(1), 56–62. https://doi.org/10.25157/ag.v8i1.21282
Zhao, Y., Zhang, Y., Teopiz, K. M., Lui, L. M. W., McIntyre, R. S., & Cao, B. (2023). Presence of depression is associated with functional impairment in middle-aged and elderly Chinese adults with vascular disease/diabetes mellitus—A cross-sectional study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(2), Article 1602. https://doi.org/10.3390/ijerph20021602
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Amira Bin Seh Abubakar, Rasdiyanah Muhlis, Fitriyanti N. Idrus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.