Pemberdayaan Masyarakat di Sepaku melalui Implementasi Teknologi Gama-Rain Filter untuk Keberlanjutan Air Bersih
Community Empowerment in Sepaku through the Implementation of Gama-Rain Filter Technology for Clean Water Sustainability
Keywords:
Air bersih, Kualitas air, Pengabdian Masyarakat, Pemanenan air hujan, Teknologi tepat guna.Abstract
Keterbatasan akses air bersih di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, menjadi permasalahan utama akibat rendahnya kualitas air tanah dan distribusi air bersih yang belum merata, terutama pada kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan teknologi pemanenan air hujan melalui sistem Gama-Rain Filter. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2025 menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 30 peserta dari tujuh desa dan Pemerintah Kecamatan Sepaku sebagai mitra kegiatan. Metode yang digunakan meliputi pengujian kualitas air hujan dan air sumur, sosialisasi dan demonstrasi instalasi alat, pelatihan operasional dan perawatan filter, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, dan observasi praktik lapangan. Parameter kualitas air yang diuji meliputi pH, total dissolved solids (TDS), kekeruhan, Fe, dan Mn. Hasil pengujian menunjukkan bahwa air hujan memiliki kualitas lebih baik dibandingkan air sumur. Nilai pH air hujan setelah filtrasi meningkat dari 6,3 menjadi 6,9, sedangkan tingkat kekeruhan menurun dari 0,84 NTU menjadi 0,70 NTU setelah melalui sistem Gama-Rain Filter. Kandungan Fe dan Mn pada air hujan juga berada di bawah baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengoperasian dan perawatan sistem filtrasi setelah pelatihan dilaksanakan. Program ini memiliki potensi keberlanjutan karena masyarakat mampu mengoperasikan dan mereplikasi teknologi secara mandiri. Pendampingan dan monitoring berkala diperlukan untuk mendukung keberlanjutan implementasi teknologi di masyarakat
Downloads
References
Aini, S. D., Jannah, U. R., Ubaidi, U., Maulidia, S. N., & Laily, N. (2025). Inovasi teknologi digital pada program pendidikan individual untuk meningkatkan interaksi sosial siswa berkebutuhan khusus. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 922–940. https://doi.org/10.53299/bajpm.v5i3.2638
Alamin, Z., Missouri, R., & Lukman, L. (2022). Pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan materi pendidikan agama Islam: Tinjauan aplikasi interaktif Al-Qur'an digital. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 6(2), 296–306. https://doi.org/10.52266/tadjid.v6i2.1202
Engel, D., & Salma, N. Z. (2024). Tinjauan literatur: Manfaat dzikir dalam regulasi emosi. AN NAJAH: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan, 3(4), 289–301.
Hidayat, W., Tuasikal, A. R. S., & Siantoro, G. (2024). Pembelajaran jasmani yang inovatif melalui mobile learning terhadap peserta didik di era industri 5.0. Jurnal Global Ilmiah, 2(10), 703–714.
Indah, P. M., Wilujeng, R., Sekarningrum, N., Rahmadhani, M., & Aini, D. N. (2026). Pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pembelajaran inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 204–214.
Inayah, Y., & Prasetyo, T. (2025). Meningkatkan kualitas belajar melalui teknologi sebagai media pembelajaran untuk anak yang berkebutuhan khusus. MUDIR (Jurnal Manajemen Pendidikan), 7(1), 67–75. https://doi.org/10.55352/mudir
Karimullah, S. S., Kurniyadi, K., Mahrus, M., Amin, M., Supriyadi, S., & Munawwarah, U. D. (2022). Strengthening spiritual education based on the Qur'ān in building character in the digital age. Devotion Journal, 3(14), 2785–2794.
Laili, M. A. (2025). Strategi guru pendamping khusus dalam menumbuhkan kemandirian ibadah sholat fardhu pada anak berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual. Jurnal Kependidikan dan Keagamaan, 9(1), 18–29.
Marbun, E. M., Silaban, L. N. I. P., Hasugian, E. L., & Turnip, H. (2023). Media pembelajaran adaptif bagi anak berkebutuhan khusus dalam administrasi pendidikan. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2(1), 47–63.
Rustandar, A., & Widinarsih, D. (2023). Metode dan media pembelajaran untuk pendidikan inklusi bagi penyandang autis di Indonesia. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 7(1), 38–56. https://doi.org/10.24036/jpkk.v7i1.743
Al-Azawei, A., Serenelli, F., & Lundqvist, K. (2016). Universal Design for Learning (UDL): A content analysis of peer reviewed journal papers from 2012 to 2015. Journal of the Scholarship of Teaching and Learning, 16(3), 39–56. https://doi.org/10.14434/josotl.v16i3.19295
Crompton, H., & Burke, D. (2018). The use of mobile learning in higher education: A systematic review. Computers & Education, 123, 53–64. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2018.04.007
Sung, Y. T., Chang, K. E., & Liu, T. C. (2016). The effects of integrating mobile devices with teaching and learning on students' learning performance: A meta-analysis and research synthesis. Computers & Education, 94, 252–275. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2015.11.008
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Dharwati P Sari, Mardewi Jamal, Ika Meicahayanti, Agus Maryono, Arno Adi Kuntoro, Budi Haryanto, Tamrin Tamrin, G Abimanyu Arliandito

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.