Deteksi Dini dan Edukasi Kesehatan: Skrining Anemia serta Gangguan Refraksi pada Siswa SD Negeri Tanamodindi

Early Detection and Health Education: Anemia and Refractive Error Screening among Students at Tanamodindi State Elementary School

https://doi.org/10.56303/jppmi.v5i2.1128

Authors

  • Rosa Dwi Wahyuni Faculty of Medicine, Tadulako University, Indonesia
  • Gina Andyka Hutasoit Faculty of Medicine, Tadulako University, Indonesia
  • Budi Dhamono Tulaka Faculty of Medicine, Tadulako University, Indonesia
  • Asrawati Sofyan Faculty of Medicine, Tadulako University, Indonesia
  • I Kadek Rupawan Faculty of Medicine, Tadulako University, Indonesia
  • Dachruddin Ngatimin Faculty of Medicine, Tadulako University, Indonesia
  • Adhar Arifuddin Department of Epidemiology, Faculty of Public Health, Tadulako University, Indonesia

Keywords:

Anak Usia Sekolah, Anemia, Edukasi Kesehatan, Gangguan Refraksi, Hemoglobin

Abstract

Anemia dan gangguan refraksi merupakan masalah kesehatan anak sekolah yang sering tidak terdeteksi dan dapat mengganggu konsentrasi serta proses belajar. Di SD Negeri Tanamodindi, data kesehatan siswa yang terdokumentasi secara sistematis sebelumnya belum tersedia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan deteksi dini anemia dan gangguan refraksi serta meningkatkan pengetahuan siswa mengenai gizi dan kesehatan mata. Evaluasi implementasi kuantitatif dilakukan pada 81 siswa kelas 1–6 melalui skrining potong lintang dan pengukuran pengetahuan satu kelompok sebelum dan sesudah edukasi. Kadar hemoglobin diperiksa menggunakan hemoglobinometer portabel HemoCue® dengan mikrokuvet darah kapiler, sedangkan tajam penglihatan diperiksa menggunakan optotipe Snellen. Sebanyak 19 siswa (23,5%) mengalami anemia dan 24 siswa (29,6%) teridentifikasi memiliki gangguan tajam penglihatan yang mengarah pada gangguan refraksi. Uji Chi-Square tidak menunjukkan hubungan bermakna antara kategori Hb dan status visus (p=0,103). Uji kecenderungan linear menghasilkan p=0,035, tetapi harus ditafsirkan secara hati-hati karena kategori Hb meningkat hanya terdiri atas dua siswa. Skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 45,5 menjadi 81,0, setara dengan kenaikan 35,5 poin atau peningkatan relatif 78,0%. Meskipun tidak berhubungan secara statistik, anemia dan gangguan refraksi tetap merupakan dua masalah klinis penting. Program skrining berkala, edukasi berkelanjutan, dan sistem rujukan kolaboratif antara sekolah, Puskesmas, orang tua, dan perguruan tinggi diperlukan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariyanti, S., & Wahyuni, T. (2023). Early detection of decreased visual acuity in elementary school children at SDN 64 Sungai Raya, Kubu Raya Regency. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(9), 2166–2172.

German, K. R., & Juul, S. E. (2021). Iron and neurodevelopment in preterm infants: A narrative review. Nutrients, 13(11), 3737. https://doi.org/10.3390/nu13113737

Ghasemi, M., Ghasemi, A., Khorasani, S., Zare, S., Sazgar, A. K., & Nikkhah, H. (2024). Characteristics of optical coherence tomography in patients with iron deficiency anemia: A systematic review and meta-analysis. BMC Ophthalmology, 24, 483. https://doi.org/10.1186/s12886-024-03751-9

Gogate, B., Phadke, S., & Gogate, P. M. (2022). Eye screening can be used to perform anemia screening and treatment in adolescent girls using ToucHb. Indian Journal of Ophthalmology, 70(4), 1356–1358. https://doi.org/10.4103/ijo.IJO_1379_21

Ha, A., Lee, Y. J., Lee, M., Shim, S. R., & Kim, Y. K. (2025). Digital screen time and myopia: A systematic review and dose-response meta-analysis. JAMA Network Open, 8(2), e2460026. https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2024.60026

Iyengar, R. S., Krautmann, M., Kotha, S., Macom, J., Kourgialis, N., & Ehrlich, J. R. (2024). Cost-effectiveness analysis of a regional program for identifying and treating children with correctable refractive error in Indonesia. Ophthalmic Epidemiology, 31(4), 325–332. https://doi.org/10.1080/09286586.2023.2266831

Julita, J. (2018). Pemeriksaan tajam penglihatan pada anak dan refraksi siklopegik: Apa, kenapa, siapa? Jurnal Kesehatan Andalas, 7, 51–54. https://doi.org/10.25077/jka.v7i0.771

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Aksi Bergizi: Gerakan sehat untuk remaja masa kini. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Monga, M., Walia, V., Gandhi, A., Chandra, J., & Sharma, S. (2010). Effect of iron deficiency anemia on visual evoked potential of growing children. Brain & Development, 32(3), 213–216. https://doi.org/10.1016/j.braindev.2009.02.009

Pivina, L., Semenova, Y., Doşa, M. D., Dauletyarova, M., & Bjørklund, G. (2019). Iron deficiency, cognitive functions, and neurobehavioral disorders in children. Journal of Molecular Neuroscience, 68(1), 1–10. https://doi.org/10.1007/s12031-019-01276-1

Simsek, A., Tekin, M., Bilen, A., Karadag, A. S., Bucak, I. H., & Turgut, M. (2016). Evaluation of choroidal thickness in children with iron deficiency anemia. Investigative Ophthalmology & Visual Science, 57(14), 5940–5944. https://doi.org/10.1167/iovs.15-18713

Widjayanti, H., Muhartomo, H., Widiastuti, M. I., Husni, A., Rahmawati, D., & Budisulistyo, T. (2021). Hubungan antara anemia defisiensi besi dengan fungsi kognitif pada anak sekolah dasar usia 9–11 tahun. Neurona, 38(2), 119–124.

World Health Organization. (2019). World report on vision. World Health Organization.

World Health Organization. (2024). Guideline on haemoglobin cutoffs to define anaemia in individuals and populations. World Health Organization.

anemia

Published

2026-11-01

How to Cite

Wahyuni, R. D. ., Hutasoit, G. A. ., Tulaka, B. D. ., Sofyan, A. ., Rupawan, I. K. ., Ngatimin, D. ., & Arifuddin, A. . (2026). Deteksi Dini dan Edukasi Kesehatan: Skrining Anemia serta Gangguan Refraksi pada Siswa SD Negeri Tanamodindi: Early Detection and Health Education: Anemia and Refractive Error Screening among Students at Tanamodindi State Elementary School. Jurnal Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 5(2), 517–526. https://doi.org/10.56303/jppmi.v5i2.1128

Issue

Section

Articles