Edukasi DAGUSIBU dan TOGA melalui Program Apoteker Remaja (APORE) pada Siswa SMA di Bali

DAGUSIBU and TOGA Education through the Teen Pharmacist Program (APORE) for High School Students in Bali

https://doi.org/10.56303/jppmi.v4i2.567

Authors

  • Satrya Dewi Dewa Ayu Putu Program Studi Farmasi Klinis, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional, Indonesia
  • Putu Yudhistira Budhi Setiawan Program Studi Farmasi Klinis, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional, Indonesia
  • Ni Putu Aryati Suryaningsih Program Studi Farmasi Klinis, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional, Indonesia
  • IA Manik Partha Sutema Program Studi Farmasi Klinis, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional, Indonesia
  • I Gusti Ayu Rai Widowati Program Studi Farmasi Klinis, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional, Indonesia
  • Ni Putu Aryati Wintariani Program Studi Farmasi Klinis, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional, Indonesia

Keywords:

APORE, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), DAGUSIBU, Teh Telang

Abstract

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), sebagai organisasi profesi apoteker, menginisiasi kegiatan edukasi mengenai pengelolaan obat yang tepat dan aman. Apoteker, sebagai tenaga kesehatan yang fokus pada penggunaan obat di masyarakat, diharapkan untuk terus aktif memberikan penyuluhan di berbagai tempat agar masyarakat memahami cara penggunaan obat kimia dan obat herbal dengan benar. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemandirian siswa/i SMA dalam memilih, mendapatkan, menyimpan, dan membuang obat secara tepat dan benar (DAGUSIBU) dan pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Materi diberikan dengan metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) yang diimplementasikan dengan mendorong partisipasi aktif siswa melalui diskusi kelompok, permainan interaktif terkait logo obat, dan demonstrasi langsung sebagai alternatif dari metode ceramah satu arah. Kegiatan ini menggunakan kuesioner terdiri dari 10 soal pilihan ganda yang dirancang untuk mengukur tiga domain pengetahuan yaitu DAGUSIBU, logo obat, dan TOGA. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan pretest-posttest siswa SMA di Bali tentang DAGUSIBU, Logo Obat, dan TOGA dengan p-value 0.001. Domain yang memiliki rata-rata persentase nilai pretest dan posttest paling rendah adalah logo obat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dewi, D. A. P. S., Widowati, I. G. A. R., Suryaningsih, N. P. A., Septiari, I. A., & Sutema, I. A. M. P. (2023). Sosialisasi Apoteker Remaja (APORE)Siswa SMAN 7 Denpasar Mengenal Dagusibu dan Toga. 4(3), 529–537. https://doi.org/10.32493/dedikasipkm.v4i3

Dewi, E., Purba, R., Zalili, M., Puspa, A., & Nur, M. (2024). Pelatihan dan Edukasi Pengenalan Logo-logo Obat dalam Swamedikasi Masyarakat di Kelurahan Air Asam , Kabupaten Bangka. 1(4), 11–13.

Fahriati, A. R., Nurihardiyanti, Maelaningsih, F. S., Aulia, G., Sari, diah permata, Werawati, A., Fadhilah, H., Ismaya, nurwulan adi, Nadya, A., & Sayyidah. (2020). Penyuluhan Dan Pengenalan Profesi Apoteker Kepada Siswa Sekolah Dasar Di MIN 2 Tangerang Selatan. Prosiding Senantias, 1(1), 687–694.

Hajrin, W., Hamdin, C. D., Wirasisya, D. G., Erwinayanti, G. A. P. S., & Hasina, R. (2020). Edukasi Pengelolaan Obat Melalui DAGUSIBU untuk Mencapai Keluarga Sadar Obat. INDRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 5–7. https://doi.org/10.29303/indra.v1i1.3

Hendrika, Y. (2022). Pengaruh Edukasi Dagusibu Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Kampung Tualang Tentang Penggunaan Obat Yang Benar. Forte Journal, 02(01), 67–73.

Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian (2009). Jakarta: Presiden Republik Indonesia.

Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi (2012). Jakarta: Presiden Republik Indonesia.

Indriani, L. R., & N, L. A. K. (2023). Pemanfaatan Obat Bahan Alam Sebagai Alternatif Pengobatan Di Masa Pandemi Covid-19 Lella Rita Indriani & Lia Ardiana K.N. Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 2(2), 144–150.

Komalawati, V. (2020). Tanggung Jawab Apoteker Dalam Pelayanan Obat Dengan Resep Dokter. Jurnal Poros Hukum Padjadjaran, 1(2), 226–245. https://doi.org/10.23920/jphp

Lutfiyati, H., Yuliatuti, F., Septie Dianita, P., Fakultas, F. /, Kesehatan, I., & Magelang, U. M. (2017). Pemberdayaan Kader PKK dalam Penerapan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat dengan Baik dan Benar. Urecol, 1, 9–14. https://journal.unimma.ac.id/index.php/urecol/article/view/1562

Nasution, S., & Pertiwi, D. (2020). Branding Profesi Apoteker Dan Pemberdayaan Siswa Sebagai“Apoteker Remaja” Guna Aplikasi Gerakan Masyarakat CerdasMenggunakan Obat Di SMK Ar Razi Sinar Harapan Medan. TALENTA Conference Series: Agriculturan & Natural Resource, 3(2), 100–104. https://doi.org/10.32734/anr.v3i2.953

Octavia, D. R., Susanti2, I., & Mahaputra Kusuma Negara, S. B. (2020). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Dan Pengelolaan Obat Yang Rasional Melalui Penyuluhan Dagusibu. GEMASSIKA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 23. https://doi.org/10.30787/gemassika.v4i1.401

Onchonga, D., Omwoyo, J., & Nyamamba, D. (2020). Assessing the prevalence of self-medication among healthcare workers before and during the 2019 SARS-CoV-2 (COVID-19) pandemic in Kenya. Saudi Pharmaceutical Journal, 28(10), 1149–1154. https://doi.org/10.1016/j.jsps.2020.08.003

Palupi, K., Amir , M. ., Prasetyowati, N. ., Mulyadewi , Z. ., & Andini , P. S. . (2024). Sekolah Gizi dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Cegah Obesitas pada Kader Posyandu di Wilayah Puskesmas Perwira, Bekasi Utara, Jawa Barat. Jurnal Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 3(2), 97–105. https://doi.org/10.56303/jppmi.v3i2.274

Putra Pratama, T. H., Putri Antika Yusniasari, Halisa Naura Imamah, Sherly Putri Andini, Safriella Salsabila Madania, Najwa Shifa Sahara, Hasna Salvinia Ofanti, Fatia Hilyatunnisa, Nida Inva Tassya, Maulana Khusnul Ghina, Naurah Syafiqah Larasati, Sucya Rahmawati, Citra Aulia Silvia, & Elida Zairina. (2023). Profil Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat terkait DAGUSIBU Obat yang Digunakan di Rumah Tangga di Surabaya. Jurnal Farmasi Komunitas, 10(2), 183–188. https://doi.org/10.20473/jfk.v10i2.42464

Rashid, M., Chhabra, M., Kashyap, A., Undela, K., & Gudi, S. K. (2019). Prevalence and Predictors of Self-Medication Practices in India: A Systematic Literature Review and Meta-Analysis. Current Clinical Pharmacology, 15(2), 90–101. https://doi.org/10.2174/1574884714666191122103953

Umboro, R. O., Apriliany, F., & Yunika, R. P. (2022). Konseling, Informasi, dan Edukasi Penggunaan Obat Antinyeri pada Manajemen Penanganan Nyeri Dismenore Remaja. Jurnal Abdidas, 3(1), 23–33. https://doi.org/10.31004/abdidas.v3i1.525

ga

Published

2025-11-05

How to Cite

Dewa Ayu Putu, S. D., Setiawan, P. Y. B. ., Suryaningsih, N. P. A. ., Sutema, I. M. P. ., Widowati, I. G. A. R. ., & Wintariani, N. P. A. (2025). Edukasi DAGUSIBU dan TOGA melalui Program Apoteker Remaja (APORE) pada Siswa SMA di Bali: DAGUSIBU and TOGA Education through the Teen Pharmacist Program (APORE) for High School Students in Bali. Jurnal Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 4(2), 184–190. https://doi.org/10.56303/jppmi.v4i2.567

Issue

Section

Articles